Bayi Sering Cegukan Saat Menyusui? Ini Penyebab dan Solusinya

AKURAT.CO Bayi yang sering cegukan saat menyusui adalah fenomena umum yang hampir semua orang tua pernah alami. Meskipun terlihat mengganggu, cegukan pada bayi biasanya tidak berbahaya dan bagian normal dari perkembangan sistem saraf dan otot diafragma.
Baca Juga: Bunda Bisa Lakukan 3 Cara Ini untuk Hentikan Cegukan pada Bayi
Apa Itu Cegukan pada Bayi?
Cegukan pada bayi merupakan kondisi yang umum dan termasuk refleks normal tubuh akibat kontraksi tiba-tiba pada otot diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan perut.
Saat diafragma berkontraksi, pita suara menutup cepat sehingga terdengar suara khas cegukan. Biasanya, cegukan terjadi karena udara yang terperangkap di perut bayi dan tubuh berusaha mengeluarkannya melalui pita suara.
Penyebab Bayi Cegukan Saat Menyusui
1. Menelan udara terlalu banyak
Terjadi jika bayi menyusu terlalu cepat, posisi menyusui kurang tepat, atau aliran susu dari botol terlalu deras sehingga udara ikut masuk ke lambung. Udara yang terperangkap menekan diafragma dan memicu cegukan.
2. Penempatan puting yang kurang tepat
Posisi puting yang salah saat menyusui dapat membuat bayi menelan udara berlebih, sehingga memicu cegukan.
3. Minum terlalu banyak sekaligus
Asupan susu yang berlebihan dalam satu sesi bisa menekan perut bayi dan memicu kontraksi diafragma.
4. Perubahan suhu mendadak
Contohnya minum susu dingin setelah makanan hangat yang dapat memperparah cegukan.
5. Kondisi medis tertentu (GERD)
Bayi dengan gastroesophageal reflux disease atau naiknya asam lambung lebih rentan cegukan karena iritasi pada esofagus.
Kapan Cegukan Perlu Diwaspadai?
-
Terjadi sangat sering dan lama (>30 menit hingga jam)
-
Bayi terlihat stres, susah makan, lebih rewel, atau ada gejala tambahan seperti muntah dan kesulitan bernapas.
-
Cegukan disertai tanda-tanda seperti batuk, meludah, atau punggung bayi melengkung
Cara Mengurangi atau Menghentikan Cegukan Bayi
-
Sendawakan bayi setelah menyusu untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di perut sehingga cegukan mereda.
-
Gendong bayi dalam posisi tegak agar pernapasan lancar dan udara tidak terjebak di perut.
-
Ubah posisi menyusui dengan kepala bayi lebih tinggi dari perut dan pelekatan puting yang tepat untuk mengurangi udara masuk.
-
Berikan dot atau empeng untuk merangsang gerakan mengisap yang menenangkan otot diafragma.
-
Hentikan sejenak pemberian ASI atau susu jika cegukan muncul agar tidak tersedak.
-
Susui bayi perlahan dalam porsi kecil tapi lebih sering supaya perut tidak terlalu penuh.
-
Dudukkan bayi tegak selama 20–30 menit setelah menyusu untuk membantu pencernaan dan mencegah udara berlebih.
Cegukan pada bayi saat menyusui umumnya normal dan tidak berbahaya. Menyusui perlahan, menyesuaikan posisi, dan membantu bayi bersendawa bisa mengurangi cegukan.
Perhatikan gejala tidak biasa dan disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter jika perlu.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





