Dilema Penerapan Gentle Parenting pada Anak, Bikin Stres Orang Tua?

AKURAT.CO Reaksi orang tua terhadap anak yang mengamuk/tantrum cenderung berbeda-beda di setiap generasinya. Misalnya, pada tahun 1950-an dan 60-an, orang tua mungkin akan memukul mereka. Pada tahun 80-an dan 90-an, orang tua mungkin lebih cenderung menghukum mereka atau memberi mereka waktu jeda.
Baca Juga: 6 Tips Menerapkan Gentle Parenting Dan Manfaatnya Untuk Tumbuh Kembang Anak
Saat ini, Anda mungkin akan menemukan orang tua yang berjongkok di lantai berbicara di samping anak mereka, memberi tahu anak mereka bahwa mereka mengerti rasa frustrasi anak karena anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, orang tua mengakui bahwa perasaan anak valid, namun tetapi tidak diperbolehkan berteriak di toko.
Gaya pengasuhan modern ini, Anda bisa menyebutnya pengasuhan yang lembut, pengasuhan yang positif, atau pengasuhan yang penuh hormat (gentle parenting), berpusat pada pengakuan perasaan anak.
Baca Juga: Natasha Rizky Terapkan Co-Parenting Bersama, Puji Desta Ayah Yang Baik
Banyak orang tua saat ini ingin lebih menghormati dan tidak terlalu reaktif bersikap pada anak dibandingkan orang tua mereka zaman dahulu yang otoriter.
"Itu memang memberi tekanan yang tidak semestinya pada orang tua untuk selalu melakukannya dengan benar dan itu tidak mungkin dilakukan," kata seorang kontributor di situs parenting What To Expect.
Di sisi lain, sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE menemukan bahwa sepertiga dari orang tua yang mereka survei yang diidentifikasi menggunakan teknik pengasuhan gentle parenting melaporkan perasaan kelelahan dan ketidakpastian sebagai orang tua.
Analisis kualitatif tidak membandingkan perasaan-perasaan khusus tersebut dengan orang tua yang tidak menggunakan teknik gentle parenting, tetapi penulis mencatat bahwa orang tua yang memakai teknik tersebut cenderung akan lebih banyak memberikan kritik diri terkait kesempurnaan cara mereka mengasuh anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 10Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto







