Kegiatan yang Dilakukan oleh Mahasiswa Secara Terprogram atas Bimbingan Dosen Disebut Apa?

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan tinggi, berbagai kegiatan akademik dan non-akademik dirancang untuk mendukung perkembangan mahasiswa.
Salah satu kegiatan penting adalah yang dilakukan secara terprogram atas bimbingan dosen.
Kegiatan ini tidak hanya membantu mahasiswa dalam mencapai tujuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan profesional mereka.
Artikel ini akan membahas jenis kegiatan tersebut, berdasarkan referensi dari jurnal ilmiah universitas baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Juga: Koneksi Antar Materi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
-
Definisi Kegiatan Kokurikuler
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa secara terprogram dengan bimbingan dosen disebut kegiatan kokurikuler.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012, kegiatan kokurikuler adalah bagian dari kurikulum yang mendukung pembelajaran akademik dan dapat memiliki bobot setara dengan satu atau dua satuan kredit semester.
Kegiatan ini mencakup berbagai aktivitas yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas ke dalam konteks praktis.
-
Tujuan Kegiatan Kokurikuler
Tujuan utama kegiatan kokurikuler adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berbagai aspek.
Penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa kegiatan ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama tim.
Selain itu, kegiatan kokurikuler bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui pengalaman praktis yang relevan.
-
Jenis-Jenis Kegiatan Kokurikuler
- Magang: Magang merupakan salah satu bentuk kegiatan kokurikuler yang populer. Sebuah studi dari Harvard University menyebutkan bahwa magang memberikan mahasiswa kesempatan mendapatkan pengalaman kerja nyata dan membangun jaringan profesional³.
- Proyek Penelitian: Kegiatan penelitian di bawah bimbingan dosen membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan analitis dan metodologis. Penelitian dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menunjukkan bahwa keterlibatan dalam proyek penelitian meningkatkan kemampuan problem-solving mahasiswa.
- Kegiatan Sosial dan Pengabdian Masyarakat: Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat mengembangkan empati dan keterampilan kepemimpinan mahasiswa.
-
Manfaat Kegiatan Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa. Menurut penelitian dari Universitas Kyoto, mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kokurikuler cenderung memiliki kinerja akademik yang lebih baik dan keterampilan sosial yang lebih berkembang.Selain itu, kegiatan ini membantu mahasiswa membangun rasa percaya diri dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam komunitas akademik.
Kesimpulan
Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa secara terprogram dengan bimbingan dosen disebut kegiatan kokurikuler.
Kegiatan ini memainkan peran penting dalam pengembangan kompetensi akademik dan non-akademik mahasiswa.
Dengan berbagai jenis kegiatan seperti magang, proyek penelitian, dan kegiatan sosial, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang relevan untuk dunia kerja dan kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam kegiatan kokurikuler sangat dianjurkan untuk mencapai kesuksesan akademik dan profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









