Proses Pembelajaran Seperti Apa yang Ingin Anda Perbaiki dengan Menggunakan Asas Trikon?

AKURAT.CO Pendidikan adalah dinamika yang terus berubah mengikuti arus waktu dan tuntutan peserta didik.
Dalam mengembangkan proses pembelajaran, Ki Hajar Dewantara memperkenalkan asas trikon sebagai panduan yang efektif.
Asas trikon terdiri dari tiga prinsip utama: kontinyu, konvergen, dan konsentris. Mari kita eksplorasi bagaimana asas trikon dapat memperbaiki proses pembelajaran.
Asas Kontinyu: Pembelajaran Seumur Hidup
-
- Asas kontinyu mengajarkan bahwa pendidikan harus dilihat sebagai perjalanan tanpa henti.
- Proses pembelajaran tidak boleh berhenti pada satu titik tertentu, melainkan harus terus berlanjut sepanjang hayat.
- Murid harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, dengan kemauan belajar dan motivasi internal yang distimulasi.
- Asas Konvergen: Menggabungkan Kekuatan Berbagai Kebudayaan
- Asas konvergen mengajarkan pentingnya menggabungkan kekuatan dari berbagai kebudayaan dan sistem pendidikan di seluruh dunia.
- Meskipun mengadopsi ide dan metode pembelajaran dari negara lain, kita tetap memprosesnya sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
- Integrasi dan interaksi antarbudaya membangun pemahaman yang lebih komprehensif.
- Asas Konsentris: Kesatuan dalam Keanekaragaman
- Asas konsentris mengajarkan bahwa pendidikan harus mencapai satu tujuan bersama, yaitu membentuk manusia Indonesia yang Pancasilais.
- Dalam proses ini, kita mempertahankan dan menghormati karakter lokal kita tanpa mengorbankan nilai atau identitas nasional.
Kesimpulan
Dengan menerapkan asas trikon, proses pembelajaran dapat diseimbangkan dengan pengembangan kemampuan rasa dan karsa.
Guru dapat memberikan projek kelompok yang menggabungkan aspek kontinuitas, konvergensi, dan konsentris.
Melalui pendekatan ini, kita dapat memperbaiki proses pembelajaran dan membentuk generasi yang siap menghadapi perubahan dan mengembangkan potensi diri secara berkesinambungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







