Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
AKURAT.CO Sebelum ke konsep inti, perlu kita ingat kembali apa yang dimaksud asesmen, kaitannya asesmen dengan pengukuran, evaluasi, maupun tes.
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang asesmen, marilah kita bedakan pengertian masing-masing istilah “pengkuran” “evaluasi”, “tes”, dan “asesmen”.
Pengukuran (Measurement) menurut Stevens dalam Cadha (2009: 4) didefinisikan sebagai proses pemberian /penempatan/ assigment angka untuk suatu objek atau peristiwa tertentu.
Secara tradisional, pengukuran berhubungan dengan unit kuantitatif, seperti yang terkait dengan panjang (misalnya, meter, inci), waktu (misalnya, detik, menit), massa (misalnya, kilogram, pound), dan suhu (misalnya, Kelvin, Fahrenheit).
Pengukuran dalam ilmu sosial berkaitan dengan penyediaan data yang memenuhi beberapa kriteria, dan dengan demikian tes diberikan untuk menilai sejauh mana kriteria terpenuhi.
Menurut Fink (1995:4), Evaluasi merupakan suatu penyelidikan/ investigasi karakteristik dan manfaat suatu program.
Tujuannya adalah untuk memberikan informasi tentang efektivitas progam sehingga dapat mengoptimalkan hasil, efisiensi, dan kualitas.
Hal ini mengandung arti bahwa evaluasi dilakukan untuk melihat keterlaksanaan dan ketercapain kegiatan/layanan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan.
Sebagai contoh Anda ingin mengetahui ketercapaian progam BK yang sudah Anda laksanakan, maka Anda dapat melakukan kegiatan evaluasi.
Baca Juga: Nakes Butuh Konseling Kejiwaan
Dengan demikian kegiatan dalam evaluasi meliputi pengukuran dan asesmen.
Hays (2013: 5) merumuskan tes sebagai proses sistematis dan sering distandarisasi untuk pengambilan sampel dan menggambarkan suatu minat perilaku individu atau kelompok.
Sejalan Hays, Furqon & Sunarya (2011: 203) merumuskan tes sebagai himpunan pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang di tes dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek perilaku atau memperoleh informasi tentang atribut dari orang yang di tes.
Menurut Hays (2013: 4) “Asesmen is an umbrella term for the evaluation methods counselors use to better understand characteristics of people, places, and things”.
Dari rumusan Hays dapat kita fahami bahwa asesmen adalah istilah umum metode evaluasi yang digunakan guru BK untuk lebih memahami karakteristik orang, tempat, dan hal-hal (objek).
Pendapat lain tentang asesmen juga dirumuskan dalam the standart for educational and Psychological Testing (American Educational Research Association (AERA), APA, NCME (dalam Hays 2013: 4)
"Assessment as “ any systematic method of obtaining information from tests and other sources such as standardized test, rating scale and observation, interview, classification tecnic dan record, used to draw inferences about caracteristics of people, object, or progam help counselors understand their client and situastiona in which client find themselves”.
Pengertian ini mengandung makna asesmen merupakan metode yang sistematis untuk memperoleh informasi dari tes atau sumber lain seperti tes yang terstandar, skala penilaian, observasi, wawancara, teknik klasifikasi dan catatan catatan tentang konseling sehingga membantu guru BK dalam memahami konseli yang dilayani.
Berdasarkan pengertian di atas maka simpulan pengertian asesmen bila dikaitkan dengan bimbingan dan konseling adalah suatu metode sistematis yang dilakukan oleh guru BK untuk memahami karakteristik, lingkungan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan konseli melalui berbagai teknik seperti tes dan non tes (observasi, skala penilaian, wawancara, catatan dan teknik non tes lain sehingga guru BK memperoleh informasi secara mendalam konseli yang dilayani.
Hal-hal penting yang telah anda pelajari dapat dirangkum sebagai berikut:
a. Asesmen bila dikaitkan dengan bimbingan dan konseling adalah suatu metode sistematis yang dilakukan oleh guru BK untuk memahami karakteristik, lingkungan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan konseli melalui berbagai teknik seperti tes dan non tes (observasi, skala penilaian,wawancara, catatan dan teknik non tes lain sehingga guru BK memperoleh informasi
b. Tes adalah suatu alat atau metode pengumpulan data yang sudah distandardisasikan untuk mengukur aspek perilaku atau aspek kemampuan atau kecakapan individu atau kelompok individu dalam menyelesaikan sesuatu atau memperlihatkan ketrampilan tertentu, dalam memperlihatkan hasil belajar, atau dalam menggunakan kemampuan psikologis untuk memecahkan suatu persoalan.
c. Kegunaan tes psikologi untuk klasifikasi/ classification, pemahaman diri/ self- understanding, evaluasi program/ program evaluation, dan penelitian ilmiah/ scientific inquiry.
d. Jenis-jenis tes psikologi yang biasa digunakan dalam bimbingan dan konseling adalah tes intelegensi, tes bakat, tes minat dan tes kepribadian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






