AKURAT.CO Apakah ada manfaat menyusui lebih lama? Konsultan Laktasi Hillary Sadler mengatakan, secara teknis, ya.
“Ada manfaat medis bagi ibu yang berbasis bukti (asosiasi) yang mendukung pemberian ASI dalam jangka waktu lebih lama,” ujarnya.
“Ada hubungan antara durasi menyusui yang lebih lama dan rendahnya tingkat kanker payudara, kanker ovarium epitel, hipertensi dan diabetes tipe 2, dan masih banyak lagi.”
Untuk bayi, Sadler menjelaskan terdapat bukti moderat bahwa pemberian ASI dalam waktu lama membantu mengurangi risiko anak terkena diabetes tipe 1, dan penyakit iritasi usus besar.
Baca Juga: Menkes Mau Ruang Laktasi Wajib Ada di Tempat Kerja
Apakah ada kerugian jika menyusui lebih lama? Ya, ada kalanya menyusui dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menimbulkan dampak negatif pada ibu dan/atau bayinya.
“Ketika kesehatan mental ibu terpengaruh, inilah saatnya memertimbangkan untuk menyapih anak,” kata Sadler. “Menyusui tidak hanya merupakan pekerjaan penuh waktu, hal ini juga merupakan roller coaster emosi dan hormon, dan terkadang para ibu menjadi kewalahan dan tentunya dapat berdampak negatif pada hubungan ibu-anak.”
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics, yaitu memberikan ASI eksklusif selama sekitar enam bulan pertama kehidupan bayi. Pada tahun 2022, mereka merevisi pedoman tersebut dengan memasukkan dukungan bagi ibu untuk terus menyusui selama dua tahun pertama kehidupan seorang anak di samping “makanan pendamping ASI yang bergizi.”
“Ada banyak penelitian berbasis bukti yang menunjukkan konsumsi ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bermanfaat dalam banyak hal,” kata Sadler.
Meskipun CDC dan American Academy of Pediatrics membuat rekomendasi mengenai berapa lama seorang ibu harus menyusui, penting juga bagi Anda untuk memertimbangkan kebutuhan dan keinginan Anda.
Baca Juga: Miliki Ruang Laktasi yang Baik, Dinkes Berikan Penghargaan Kepada PT KAI Daerah Operasi
Pada akhirnya, berapa lama seorang ibu menyusui bukan hal yang berlaku untuk semua ibu, sehingga tidak ada pedoman yang pasti, jadi jangan menyalahkan diri sendiri atas pedoman AAP.
“Anda harus menyusui selama itu bermanfaat bagi Anda dan bayi Anda,” kata Sadler.
“Bagi sebagian ibu, ada yang memilih tidak menyusui sama sekali. Yang lain memilih menyusui bayi mereka selama lebih dari dua tahun.”
“Penting untuk mendidik diri Anda sendiri dengan informasi berbasis bukti sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik untuk Anda dan bayi Anda," jelas Sadler.
“Kami juga memertimbangkan kesehatan mentalnya, kebutuhan keluarganya (baik sosial maupun ekonomi), dan saya mendukungnya untuk mengambil keputusan terbaik bagi dirinya dan bayinya,” kata Sadler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







