Akurat Logo

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Parkir Paralel? Ini Penjelasan soal Towing Mode dan Aki 12V

Idham Nur Indrajaya | 25 Agustus 2026, 13:07 WIB
Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Parkir Paralel? Ini Penjelasan soal Towing Mode dan Aki 12V
Kenapa mobil listrik tidak bisa parkir paralel? Simak alasan towing mode, electronic shifter, dan risiko aki 12V soak. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Parkir paralel biasanya menjadi hal sederhana bagi pemilik mobil. Pengemudi cukup memindahkan transmisi ke posisi netral, melepas rem parkir sesuai kebutuhan, lalu mobil bisa didorong ketika kendaraan lain perlu keluar atau masuk. Namun, cara tersebut tidak selalu berlaku pada mobil listrik modern.

Pembahasan soal kenapa mobil listrik tidak bisa parkir paralel pun ramai setelah muncul informasi bahwa kendaraan listrik yang terlalu lama dibiarkan dalam posisi tertentu bisa membuat aki 12V soak. Persoalannya bukan semata-mata karena mobil listrik tidak dapat bergerak ketika didorong, melainkan berkaitan dengan sistem pemindah gigi elektronik yang digunakan kendaraan modern.

Pada mobil listrik dengan electronic shifter atau sistem shift-by-wire, posisi gigi dikendalikan secara elektronik. Karena itu, kondisi netral untuk membuat mobil bisa didorong tidak selalu sesederhana memindahkan tuas transmisi seperti pada mobil konvensional.

Ringkasan

Mobil listrik disebut tidak bisa parkir paralel karena banyak kendaraan modern dengan electronic shifter atau shift-by-wire tidak memiliki fitur khusus yang dirancang untuk parkir paralel tanpa mengaktifkan sistem elektronik kendaraan. Dalam kondisi tertentu, towing mode atau transport mode dapat digunakan agar mobil berada dalam posisi netral dan bisa didorong. Namun, mode tersebut dapat membuat sistem elektronik tetap menggunakan daya dari aki 12V.

Jadi, anggapan bahwa mobil listrik sama sekali tidak bisa dipindahkan atau didorong sebenarnya terlalu sederhana.

Masalah utamanya adalah bagaimana mobil ditempatkan dalam posisi netral dan bagaimana sistem elektronik tetap bekerja ketika kendaraan berada dalam kondisi tersebut.

Pada mobil konvensional, posisi N umumnya lebih mudah dipahami. Ketika transmisi berada di posisi netral dan pengamanan tertentu dilepas, kendaraan dapat didorong.

Sementara itu, pada mobil yang menggunakan shift-by-wire, perintah pengemudi untuk memilih posisi P, R, N, atau D diterjemahkan melalui sistem elektronik. Tidak selalu ada mekanisme sederhana yang memungkinkan kendaraan ditinggalkan dalam posisi netral seperti pada mobil konvensional.

Apa hubungan electronic shifter dengan parkir paralel?

Electronic shifter merupakan sistem pemindah gigi yang menggunakan perintah elektronik. Pengemudi mungkin hanya perlu menggeser tuas atau menekan tombol, tetapi perintah tersebut kemudian diproses oleh sistem elektronik kendaraan.

Teknologi ini membuat desain interior lebih fleksibel dan memungkinkan berbagai fungsi kendaraan dikendalikan komputer.

Namun, ada konsekuensinya.

Ketika kendaraan harus berada dalam posisi tertentu agar bisa didorong, sistem elektronik yang mengendalikan shifter tidak selalu benar-benar berhenti bekerja. Dengan kata lain, mobil mungkin terlihat seperti tidak digunakan, tetapi beberapa komponen elektronik masih dalam kondisi aktif.

Inilah yang membedakan persoalan parkir paralel pada sebagian mobil modern dengan mobil yang menggunakan sistem transmisi lebih konvensional.

Jadi, alasan mobil listrik tidak memiliki cara parkir paralel yang sama bukan karena roda atau motor listriknya tidak memungkinkan kendaraan didorong. Perbedaannya berada pada arsitektur sistem pemindah gigi dan kelistrikan kendaraan.

Apakah mobil listrik benar-benar tidak bisa didorong?

Tidak.

Dalam kondisi tertentu, mobil listrik tetap dapat dipindahkan atau didorong. Produsen kendaraan dapat menyediakan prosedur khusus untuk kebutuhan tersebut, misalnya melalui towing mode atau transport mode.

Mode ini memungkinkan kendaraan berada dalam kondisi yang diperlukan agar dapat dipindahkan tanpa menggerakkan motor penggerak secara normal.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami: towing mode bukan fitur parkir paralel.

Fungsi utamanya berkaitan dengan kebutuhan pemindahan atau penarikan kendaraan. Penggunaannya untuk parkir paralel lebih tepat dipandang sebagai pemanfaatan fungsi tersebut dalam situasi tertentu, bukan sebagai mode parkir yang memang dirancang untuk digunakan dalam waktu lama.

Perbedaan ini penting karena dapat menjelaskan mengapa meninggalkan mobil listrik dalam kondisi tersebut semalaman bukan keputusan yang sama dengan sekadar memindahkan kendaraan beberapa meter.

Baca Juga: Vokalis PAS Band Yukie Kecelakaan Mobil di Bandung, Luka 10 Jahitan di Kepala

Baca Juga: Prabowo Optimis Indonesia Bisa Produksi Mobil Listrik Besar-besaran di 2028

Apa itu towing mode pada mobil listrik?

Towing mode merupakan mode yang memungkinkan kendaraan dipersiapkan untuk kebutuhan pemindahan atau towing.

Pada kondisi tertentu, mode ini membuat kendaraan berada dalam posisi netral sehingga roda dapat bergerak dan mobil bisa didorong.

Fungsi tersebut memang dapat membantu ketika mobil harus dipindahkan tanpa mengaktifkan sistem penggerak secara normal. Misalnya, kendaraan perlu dinaikkan ke kendaraan towing atau digeser dari posisi tertentu.

Namun, ada risiko apabila fungsi tersebut digunakan sebagai solusi parkir paralel untuk waktu yang panjang.

Ketika kendaraan berada dalam towing mode, sistem electronic shifter tetap dapat aktif. Artinya, meskipun mobil tidak sedang melaju, sistem kelistrikan yang mempertahankan kondisi tersebut tetap membutuhkan energi.

Energi itu berkaitan dengan aki 12V.

Kenapa parkir paralel terlalu lama bisa membuat aki 12V soak?

Inilah alasan utama mengapa persoalan parkir paralel pada mobil listrik tidak boleh dilihat hanya dari sisi transmisi.

Mobil listrik memiliki baterai tegangan tinggi yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan kendaraan. Selain itu, terdapat aki 12V yang memasok kebutuhan berbagai sistem kelistrikan bertegangan rendah.

Keduanya bukan komponen yang sama.

Ketika towing mode aktif, sistem elektronik yang mengendalikan electronic shifter tetap membutuhkan daya. Dalam kondisi tersebut, aki 12V dapat terus memasok kebutuhan kelistrikan tersebut meskipun kendaraan tidak sedang digunakan untuk berkendara.

Untuk waktu singkat, kondisi tersebut seharusnya berbeda risikonya dibandingkan jika mobil dibiarkan semalaman atau bahkan berhari-hari.

Semakin lama sistem elektronik membutuhkan daya tanpa pengisian ulang yang tersedia dalam kondisi tersebut, semakin besar potensi aki 12V kehilangan dayanya.

Jika daya aki turun terlalu rendah, aki dapat mengalami kondisi soak dan kendaraan bisa mengalami masalah ketika hendak diaktifkan kembali.

Secara sederhana, mekanismenya dapat digambarkan sebagai berikut:

Towing mode aktif → mobil berada dalam kondisi netral → electronic shifter tetap aktif → sistem membutuhkan daya → aki 12V memasok daya → jika berlangsung terlalu lama, aki berpotensi terkuras dan soak.

Mengapa baterai utama mobil listrik tidak langsung mengisi aki 12V?

Pertanyaan berikutnya mungkin muncul: jika mobil listrik memiliki baterai utama berkapasitas besar, mengapa aki 12V tetap bisa kehabisan daya?

Jawabannya berkaitan dengan kondisi sistem kendaraan.

Baterai tegangan tinggi merupakan sumber energi utama yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan. Sementara itu, aki 12V digunakan untuk berbagai kebutuhan kelistrikan tegangan rendah.

Dalam kondisi towing mode sebagaimana yang dibahas, baterai tegangan tinggi yang digunakan untuk menggerakkan mobil berada dalam kondisi terisolasi. Akibatnya, baterai tersebut tidak dapat digunakan untuk mengisi ulang aki 12V dalam kondisi tersebut.

Di sisi lain, sistem electronic shifter tetap membutuhkan daya.

Di sinilah muncul sebuah paradoks pada mobil listrik: kendaraan bisa memiliki baterai utama dengan kapasitas besar, tetapi aki 12V tetap dapat menjadi titik lemah ketika sistem elektronik tertentu dibiarkan aktif terlalu lama.

Karena itu, kapasitas baterai utama tidak bisa dijadikan patokan bahwa semua kebutuhan kelistrikan kendaraan akan selalu terpenuhi.

Apa bedanya parkir paralel mobil listrik dan mobil biasa?

Perbedaan paling mudah terlihat pada cara kendaraan mempertahankan posisi netral.

Pada mobil konvensional, pengemudi umumnya sudah familiar dengan posisi N. Setelah berada di posisi tersebut dan sistem pengamanan yang diperlukan dilepas, mobil dapat didorong.

Pada mobil dengan electronic shifter, posisi tersebut melibatkan sistem elektronik. Komputer kendaraan perlu menerima dan mempertahankan perintah agar shifter tetap berada pada kondisi yang memungkinkan kendaraan dipindahkan.

Karena itu, mobil listrik tidak selalu menyediakan mekanisme parkir paralel yang sederhana seperti mobil konvensional.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua mobil listrik menggunakan sistem yang identik. Prosedur, nama mode, dan cara kerja dapat berbeda tergantung merek serta model kendaraan.

Hal yang sama juga berlaku pada sejumlah mobil non-listrik yang menggunakan electronic shifter. Artinya, persoalan ini bukan semata-mata akibat penggunaan motor listrik.

Apakah masalah ini hanya terjadi pada mobil listrik?

Tidak.

Kendaraan lain yang menggunakan electronic shifter juga dapat menghadapi prinsip persoalan serupa.

Ketika komputer yang mengendalikan pemindah gigi elektronik tetap aktif untuk mempertahankan posisi netral, sistem tersebut membutuhkan suplai listrik. Jika kondisi itu dipertahankan dalam waktu lama, aki 12V juga berpotensi mengalami pengurasan daya.

Dengan demikian, faktor pentingnya bukan hanya jenis mesin kendaraan.

Electronic shifter dan ketergantungannya pada sistem kelistrikan menjadi bagian penting dari persoalan tersebut.

Inilah sebabnya fenomena yang ramai dibahas terkait mobil listrik sebenarnya juga memberikan gambaran tentang perubahan teknologi kendaraan secara umum.

Apa yang terjadi jika mobil listrik diparkir paralel 30 menit, semalaman, atau berhari-hari?

Durasi menjadi faktor penting dalam memahami risiko aki 12V.

Jika hanya 15–30 menit

Misalnya mobil perlu digeser sebentar agar kendaraan lain bisa keluar dari area parkir.

Kondisi tersebut berbeda dengan kendaraan yang dibiarkan dalam towing mode selama berjam-jam. Beban terhadap aki 12V tidak bisa disamakan begitu saja dengan kondisi penggunaan yang berlangsung semalaman atau berhari-hari.

Jika dibiarkan semalaman

Risikonya mulai berbeda.

Selama kondisi tertentu tetap dipertahankan, sistem elektronik dapat terus membutuhkan daya. Jika kondisi aki 12V sebelumnya sudah kurang baik, penggunaan daya selama berjam-jam dapat meningkatkan kemungkinan kendaraan mengalami masalah ketika hendak digunakan kembali.

Jika dibiarkan berhari-hari

Ini merupakan kondisi yang lebih berisiko.

Aki 12V terus menjadi sumber daya untuk sistem yang masih aktif, sementara baterai tegangan tinggi tidak dapat mengisi aki tersebut dalam kondisi towing mode yang dibahas.

Karena itu, membiarkan mobil dalam kondisi tersebut selama berhari-hari bukanlah hal yang sebaiknya dilakukan tanpa memahami prosedur kendaraan.

Jadi, apakah mobil listrik boleh parkir paralel?

Jawabannya tidak bisa sekadar boleh atau tidak boleh.

Mobil listrik dengan electronic shifter tidak selalu memiliki fitur khusus untuk parkir paralel. Namun, dalam kondisi tertentu, kendaraan dapat ditempatkan dalam posisi yang memungkinkan untuk didorong melalui prosedur seperti towing mode.

Persoalannya muncul ketika mode tersebut digunakan sebagai pengganti mekanisme parkir dan dibiarkan terlalu lama.

Selain risiko terhadap aki 12V, ada aspek keselamatan yang juga harus diperhatikan. Kendaraan yang berada dalam posisi netral tanpa rem parkir dapat bergerak apabila terdorong, terkena angin, atau berada dalam kondisi yang memungkinkan mobil menggelinding.

Karena itu, towing mode sebaiknya dipahami sebagai fungsi pemindahan kendaraan, bukan sebagai solusi parkir paralel permanen.

Kesalahan yang sering dilakukan saat memarkir mobil listrik secara paralel

Ada beberapa kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan masalah.

1. Menganggap towing mode sebagai mode parkir

Towing mode memang dapat membuat mobil berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk didorong, tetapi fungsi utamanya bukan untuk parkir.

2. Membiarkan mobil dalam kondisi netral terlalu lama

Kebutuhan memindahkan kendaraan beberapa meter tentu berbeda dengan meninggalkannya dalam kondisi tersebut semalaman atau berhari-hari.

3. Mengira baterai utama otomatis mengisi aki 12V

Baterai tegangan tinggi dan aki 12V memiliki fungsi berbeda. Dalam kondisi towing mode yang dibahas, baterai utama dapat terisolasi sehingga tidak mengisi aki 12V.

4. Mengikuti prosedur mobil lain

Cara mengaktifkan towing mode atau mempertahankan posisi netral dapat berbeda pada setiap model. Karena itu, prosedur dari kendaraan lain tidak seharusnya langsung diterapkan.

5. Mengabaikan risiko kendaraan bergerak

Mobil yang berada dalam kondisi netral dan tidak menggunakan rem parkir memiliki risiko bergerak. Faktor keselamatan ini tidak kalah penting dibandingkan risiko aki.

Insight penting: masalahnya bukan sekadar bisa atau tidak bisa

Perdebatan mengenai kenapa mobil listrik tidak bisa parkir paralel sebenarnya memperlihatkan perubahan besar dalam teknologi kendaraan.

Pada mobil yang lebih sederhana, fungsi seperti memindahkan gigi dan membuat kendaraan berada dalam posisi netral lebih mudah dipahami secara mekanis.

Kini, semakin banyak fungsi tersebut dikendalikan komputer dan aktuator elektronik. Akibatnya, kondisi kendaraan yang terlihat sederhana dari luar dapat memiliki konsekuensi kelistrikan yang tidak terlihat oleh pengguna.

Mobil terlihat tidak berjalan, tetapi sebagian sistemnya masih aktif.

Mobil memiliki baterai utama yang besar, tetapi aki 12V tetap dapat terkuras.

Dua hal tersebut menjadi alasan mengapa pemilik mobil listrik perlu memahami bukan hanya apa fungsi sebuah mode, tetapi juga apa yang terjadi pada sistem kendaraan ketika mode tersebut diaktifkan.

Apa yang harus dilakukan pemilik mobil listrik?

Jika kendaraan harus dipindahkan atau ditempatkan dalam kondisi yang memungkinkan untuk didorong, pemilik sebaiknya mengikuti prosedur yang ditentukan pabrikan.

Beberapa langkah umum yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Periksa buku manual kendaraan.

  • Cari informasi mengenai Towing Mode, Transport Mode, atau prosedur posisi netral sesuai model.

  • Jangan menganggap towing mode sebagai pengganti mode parkir.

  • Hindari meninggalkan kendaraan dalam kondisi tersebut semalaman atau berhari-hari.

  • Pastikan kendaraan tidak berisiko menggelinding dan membahayakan orang lain.

  • Jika prosedur tidak jelas, tanyakan kepada dealer atau layanan resmi kendaraan.

Hal ini penting karena teknologi setiap kendaraan tidak selalu sama. Fitur yang tersedia pada satu mobil listrik belum tentu tersedia atau bekerja dengan cara yang sama pada model lainnya.

Baca Juga: Apresiasi Pelanggan Setia, Planet Surf Gelar Pengundian Grand Prize Fashion Fest Big Sale Berhadiah Mobil Listrik

Baca Juga: 42,78 Persen Masyarakat Pilih Mobil Pribadi untuk Liburan, Kebebasan Datang Bersama Risiko Perjalanan

FAQ

Kenapa mobil listrik tidak bisa parkir paralel?

Mobil listrik dengan electronic shifter atau shift-by-wire tidak selalu memiliki mekanisme khusus untuk parkir paralel seperti mobil konvensional. Agar kendaraan dapat didorong, diperlukan kondisi netral melalui prosedur tertentu. Pada beberapa kondisi, towing mode dapat digunakan, tetapi mode tersebut membuat sistem elektronik tertentu tetap membutuhkan daya dari aki 12V.

Apakah mobil listrik benar-benar tidak bisa diparkir paralel?

Tidak tepat jika dimaknai secara mutlak. Mobil listrik tertentu tetap dapat ditempatkan dalam kondisi yang memungkinkan untuk didorong, tetapi prosedurnya berbeda dari mobil konvensional dan bergantung pada sistem kendaraan. Tidak adanya fitur khusus parkir paralel bukan berarti mobil sama sekali tidak dapat dipindahkan.

Apa fungsi towing mode pada mobil listrik?

Towing mode digunakan untuk kebutuhan pemindahan atau penarikan kendaraan. Dalam kondisi tertentu, mode ini memungkinkan mobil berada dalam posisi netral sehingga dapat didorong. Karena fungsi utamanya berkaitan dengan towing, mode tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai mode parkir yang dapat digunakan dalam waktu lama.

Kenapa parkir paralel bisa membuat aki 12V mobil listrik soak?

Ketika kondisi towing mode aktif, electronic shifter dan sistem elektronik terkait dapat tetap membutuhkan daya dari aki 12V meskipun mobil tidak sedang berjalan. Jika kondisi tersebut dipertahankan terlalu lama, terutama semalaman atau berhari-hari, daya aki dapat terkuras dan berpotensi menyebabkan aki soak.

Apakah baterai utama mobil listrik bisa mengisi aki 12V?

Dalam kondisi towing mode yang dibahas, baterai tegangan tinggi dapat berada dalam kondisi terisolasi sehingga tidak dapat digunakan untuk mengisi ulang aki 12V. Karena itu, keberadaan baterai utama yang masih memiliki banyak energi tidak otomatis mencegah aki 12V terkuras.

Apakah semua mobil listrik tidak bisa parkir paralel?

Tidak semua mobil listrik memiliki sistem yang sama. Desain electronic shifter, prosedur posisi netral, towing mode, serta sistem kelistrikan dapat berbeda antara satu model dan model lainnya. Karena itu, pemilik sebaiknya mengikuti petunjuk pabrikan kendaraan masing-masing.

Pada akhirnya, pertanyaan kenapa mobil listrik tidak bisa parkir paralel perlu dilihat dari cara kerja kendaraan modern, bukan sekadar dari kemampuan mobil untuk bergerak atau didorong. Persoalannya terletak pada bagaimana posisi netral dipertahankan, sistem elektronik yang tetap aktif, serta konsekuensinya terhadap aki 12V.

Memahami perbedaan tersebut penting agar solusi untuk memindahkan mobil tidak justru menimbulkan masalah baru ketika kendaraan hendak digunakan kembali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.