Jangan Asal Beli, Ini Tanda Mobil Bekas Sudah Tak Layak Dipakai

AKURAT.CO Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian. Harga murah tidak selalu berarti menguntungkan karena kendaraan dengan kondisi buruk justru dapat menguras biaya perbaikan sekaligus meningkatkan risiko keselamatan.
Kondisi mesin, ban, suspensi, kelistrikan, hingga riwayat kecelakaan dan banjir menjadi sejumlah hal yang wajib diperiksa sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
Berikut sejumlah tanda yang perlu diperhatikan calon pembeli.
1. Mesin Mengeluarkan Asap Tidak Normal
Warna asap knalpot dapat menjadi salah satu indikator kondisi mesin. Asap hitam pekat bisa menunjukkan proses pembakaran yang tidak optimal akibat campuran bahan bakar terlalu banyak.
Sementara itu, asap putih tebal dapat mengindikasikan adanya oli atau cairan pendingin yang masuk ke ruang bakar.
Adapun asap biru umumnya menandakan oli ikut terbakar akibat masalah pada komponen seperti ring piston atau seal klep.
Mobil dengan kondisi mesin sehat umumnya tidak mengeluarkan asap pekat atau berwarna secara terus-menerus.
2. Terdengar Suara Mesin yang Aneh
Mesin yang sehat seharusnya bekerja dengan suara relatif halus dan stabil. Bunyi kasar, ketukan, suara ngelitik, atau gesekan logam patut dicurigai sebagai tanda adanya masalah pada mesin.
Jangan mengabaikan suara tidak normal karena kerusakan komponen internal mesin dapat membutuhkan biaya perbaikan yang besar.
3. Mesin Menyala, tetapi Mobil Sulit Bergerak
Mesin yang hidup tetapi kendaraan tidak dapat melaju normal dapat mengindikasikan masalah pada sistem transmisi atau kopling.
Pada mobil manual, kampas kopling yang aus dapat membuat tenaga mesin tidak tersalurkan secara optimal ke roda.
Sementara pada mobil matik, gangguan dapat berkaitan dengan transmisi, torque converter, atau kondisi oli transmisi.
Gejalanya antara lain mesin meraung tetapi mobil tidak bertambah kecepatannya, perpindahan gigi terasa tidak normal, atau kendaraan hanya bergetar ketika pedal gas diinjak.
4. Ban Aus, Retak, atau Benjol
Ban merupakan komponen penting karena menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
Calon pembeli perlu memeriksa ketebalan telapak ban, retakan pada dinding ban, benjolan, serta pola keausannya.
Keausan yang tidak merata juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada suspensi atau penyelarasan roda.
Perhatikan pula usia ban. Ban yang sudah berusia beberapa tahun dapat mengalami pengerasan meski alur telapaknya masih terlihat tebal.
Baca Juga: Lantik Pengurus Baru Taruna Merah Putih, Megawati Fokus Rangkul Generasi Muda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi









