Kacau! Produsen Mobil Jepang Terjerat Skandal Pengujian Sertifikasi, Ada Toyota hingga Suzuki

AKURAT.CO Beberapa produsen mobil Jepang, termasuk Toyota, Honda, Mazda, Suzuki dan Yamaha, dilaporkan terlibat dalam skandal pengujian yang melanggar aturan sertifikasi pemerintah.
Tetsuo Saito, Menteri Transportasi Jepang, meminta perusahaan-perusahaan ini untuk menghentikan pengiriman model-model tertentu di negara tersebut setelah mereka gagal memenuhi standar sertifikasi.
"Sangat disayangkan bahwa lima produsen kendaraan telah merusak kepercayaan pengemudi dan mengguncang fondasi sistem sertifikasi model kendaraan," kata Saito, dikutip dari Nationthailand.com, Rabu (5/6/2024).
Skandal ini muncul setelah kementerian meminta 85 produsen mobil dan pemasok suku cadang untuk melaporkan kesalahan terkait sertifikasi, menyusul skandal uji keselamatan di anak perusahaan Toyota, Daihatsu.
Pada Desember lalu, Daihatsu mengakui telah memanipulasi pengujian sejak 1989 dan menghentikan operasi pabriknya. Pengiriman dilanjutkan pada April setelah larangan dicabut.
Toyota mengumumkan penangguhan pengiriman domestik untuk tiga model, seperti Corolla Fielder, Corolla Axio dan Yaris Cross, setelah melaporkan data uji perlindungan pejalan kaki dan penumpang yang tidak memadai. Mereka juga menemukan empat model lain yang diuji dengan metode yang tidak sesuai standar pemerintah.
Meskipun demikian, Toyota meyakinkan pelanggan bahwa kendaraan mereka aman untuk dikendarai. Afiliasi Toyota, Toyota Industries, juga diketahui tidak melakukan pengujian output yang tepat untuk tiga model mesin diesel.
Honda mengakui adanya kesalahan dalam pengujian kebisingan dan tenaga mesin, namun menegaskan bahwa kendaraannya tetap aman dan memenuhi standar perusahaan.
Dalam beberapa bulan terakhir, merek truk dan bus Toyota, Hino, juga dilanda skandal kecurangan pengujian mesin di Jepang. Toyota Industries turut terlibat dalam skandal ini dengan tidak melakukan pengujian output yang tepat untuk tiga model mesin diesel mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








