Hyundai Siap Kerja Sama Hadirkan Kendaraan Listrik untuk Pejabat di IKN

AKURAT.CO Penyerahan kendaraan Genesis Electrified G80 kepada Shin Tae-yong selaku Head Coach of Indonesia National Football Team mengundang perbincangan mengenai inisiatif Hyundai untuk mendukung elektrifikasi di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, pihak Hyundai melihat adanya kesempatan kerjasama yang baik, dalam penggunaan mobil listrik Hyundai, termasuk pada sektor lainnya.
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia mengatakan ke depannya, kesempatan kerjasama mungkin akan dikembangkan dengan perusahaan, BUMN, dan Pemerintah Indonesia terkait kendaraan dinas listrik yang diperuntukkan bagi Pejabat Eselon I dan Eselon II, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengharuskan kendaraan listrik sebagai sarana transportasi wajib.
"Tentunya mobil listrik Hyundai dapat menjadi pilihan utama untuk mobilisasi sehar-hari di sana khususnya bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya. Kami juga berencana menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau dalam waktu dekat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO.
Frans juga menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia sempat menginformasikan jika mobil listrik di IKN harus menggunakan mobil listrik yang dirakit di Indonesia, di mana Hyundai menyambut baik hal ini. Hal itu karena sejak tahun 2022 tepatnya di bulan Maret Hyundai telah menghadirkan IONIQ 5 yang merupakan mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).
Sebagai informasi, kesiapan produksi mobil listrik Hyundai di Indonesia juga didukung oleh hadirnya pabrik baterai sel - PT HLI Green Power (HLI) dan baterai sistem Hyundai Energy Indonesia (HEI). “Ke depannya baterai sel dan baterai sistem akan resmi buatan dalam negeri. Sebagai pioneer elektrifikasi di Indonesia, sinergi dengan pemerintah Indonesia menjadi suatu keharusan, tentunya kami pun mendukung serta menunggu arahan dari pemerintah dalam memajukan era elektrifikasi di Tanah Air,” tutup Frans.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








