TNI-Warga Gotong Royong Bikin Tempat Ibadah hingga Sekolah di Tapanuli dan Aceh Kinclong Lagi

AKURAT.CO Semangat gotong royong masih terasa di sejumlah wilayah terdampak bencana Sumatera, seperti di Aceh dan Tapanuli, Sumatera Utara. Personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan tempat ibadah dan sekolah terdampak.
Pantauan di lapangan, anggota TNI tampak membersihkan karpet, merapikan mimbar, serta menyapu dan mengepel lantai teras Masjid Nurul Islam Desa Aek Ngadol. Kegiatan serupa juga dilakukan di Masjid Shobu'ul Desa Hutagodang, di mana personel TNI mengepel lantai dan mengelap kaca jendela agar kembali bening.
Sementara itu, di Masjid Babussalam Desa Aek Ngadol, pembersihan difokuskan pada teras depan dan halaman. Adapun di Masjid Jami' Desa Bonalumban, kegiatan tidak hanya sebatas bersih-bersih, tetapi juga peremajaan fisik bangunan.
Baca Juga: Jakarta Rawan Bencana, Pendidikan Mitigasi Sejak Dini Dibutuhkan di Sekolah
TNI mengerok cat lama di dinding dan pagar, mengampelas permukaan, lalu melakukan pengecatan ulang agar tampak lebih segar. Di Aceh, pembersihan juga dilakukan di Meunasah Raya Desa Kota Meureudu. Bangunan balai pengajian tersebut sempat tertimbun endapan lumpur cukup tebal.
Dengan cangkul dan sekop, belasan anggota TNI membersihkan teras dan area sekitar. Hingga kini progres pembersihan telah mencapai 70 persen. Selain masjid, TNI bersama warga juga membersihkan sejumlah Gereja seperti di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Tengah.
Kegiatan serupa dilakukan di sejumlah gereja. Seperti di Gereja Gefkin Desa Hutagodang, Gereja Katholik Desa Hutagodang, serta Gereja GKPA Desa Hutagodang.
Personel TNI menyapu lantai, merapikan bangku dan altar, hingga membersihkan endapan lumpur kering yang masih mengonggok di halaman gereja. Upaya ini dilakukan agar jemaat dapat kembali beribadah dengan nyaman dan aman.
Baca Juga: Anggaran Masih Minim, BNPB Pakai Pinjaman dari Spanyol untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Sekolah Siap Digunakan Kembali
Tak hanya tempat ibadah, sekolah-sekolah juga menjadi prioritas. Di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pembersihan ulang dilakukan di SDN 152981 1A Tukka dan SDN 152982 1B Tukka akibat banjir susulan. Progres pembersihan telah mencapai 50 persen.
Lumpur dibersihkan dengan semprotan air bersih, sementara anggota TNI menyapu dan menyikat ruang kelas agar kegiatan belajar dapat segera berjalan normal. Pembersihan juga dilakukan di SMA Fransiskus Aek Tolang. Pembersihan bangunan sekolah dilakukan secara menyeluruh.
Sementara itu di Aceh Tengah, tepatnya di SMPN 26 Takengon, kegiatan serupa telah memasuki tahap pengecatan dengan progres 45 persen. Setelah dibersihkan, bangunan sekolah dicat ulang sehingga tampak lebih rapi dan segar.
Kegiatan ini menjadi cerminan nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Tidak hanya memulihkan bangunan secara fisik, gotong royong ini juga memperkuat solidaritas serta menghadirkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan kerja bersama, masjid, gereja, dan sekolah di Tapanuli serta Aceh kini kembali bersih, tertata, dan siap digunakan untuk aktivitas ibadah maupun pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah




