Akurat

Susu Bukan Menu Wajib Program MBG, DPR Yakin Kebutuhan Gizi Tetap Terpenuhi

Atikah Umiyani | 7 Januari 2025, 19:20 WIB
Susu Bukan Menu Wajib Program MBG, DPR Yakin Kebutuhan Gizi Tetap Terpenuhi

 

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendesak pemerintah untuk serius melalukan pengontrolan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), yang sudah berlangsung hampir di seluruh provinsi Tanah Air.

Dia berharap, besaran nilai paket sebesar Rp 10 ribu per porsi benar-benar seluruhnya digunakan untuk menu makanan.

"Nilai Rp 10.000 ini harus benar-benar digunakan untuk porsi makan anak-anak kita. Jangan sampai ada penyalahgunaan anggaran di lapangan," ucap Cucun kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga: DLH DKI Jakarta Siap Kelola Sampah Organik dari Program Makan Bergizi Gratis

Dia meyakini, anggaran Rp 10 ribu per porsi dapat mencukupi untuk satu porsi menu makanan bergizi. Meskipun menu susu tidak selalu ada setiap hari, dia meyakini paket makanan yang disajikan telah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak.

"Kami percaya pemerintahan Presiden Bapak Prabowo Subianto akan memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang layak," ujarnya.

Cucun menjelaskan, nilai gizi yang dihasilkan susu juga bisa digantikan dengan bahan lainnya. Hal ini juga membuat menu paket MBG bisa menjadi lebih variatif.

Seperti karbohidrat bisa dengan nasi, olahan jagung, atau bihun dari beras putih. Sementara protein bisa dari ikan, ayam, telur, atau protein hewani lain yang dapat mencukupi gizi anak namun masih tetap masuk budget.

"Pemerintah dapat mengoptimalkan produk lokal agar program MBG memenuhi standar gizi. Jadi disesuaikan dengan makanan bergizi khas masing-masing daerah sehingga hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat menu makan yang seimbang dan variatif," jelas Cucun.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Soroti Kebersihan dan Variasi Menu dalam Program Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Dedek Prayudi, menjelaskan terkait dengan tidak adanya menu susu dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sejumlah sekolah di Jakarta Barat kemarin.

Dedek menerangkan, susu bukanlah menu wajib yang harus disajikan setiap hari dalam paket MBG. Terpenting, yaitu memastikan bahwa setiap paket makanan yang didistribusikan telah memenuhi standar gizi.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia itu juga menegaskan bahwa gizi yang berasal dari susu bisa saja digantikan dengan menu makanan yang lainnya.

"Hari ini bisa saja dengan susu pemenuhan proteinnya, besok dengan yang lain. Kayak hari ini saya lihat ada tahu, dan juga ada dada ayam, itulah pemenuhan gizi untuk proteinnya yang bisa saja besok berganti susu, misalnya ayamnya besok gak dada, cuma sayap, ada susu," kata Dedek saat meninjau program MBG di SD Barunawati, Jakarta Barat, Senin (6/1/2025).

"Jadi sekali lagi, tidak ada standar menu, yang ada adalah standar gizi, standar higienitas, dan standar tata kelola limbah yang berkelanjutan," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.