Survei IPO: 67 Persen Publik Yakin Prabowo Mampu Atasi Masalah Mendesak

AKURAT.CO Temuan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih, sebanyak 67 persen responden menyatakan percaya Presiden Prabowo Subianto mampu menyelesaikan masalah-masalah prioritas.
Temuan tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap kemampuan Presiden Prabowo, masih menjadi modal politik bagi pemerintah dalam menjalankan agenda kebijakannya. Angka tersebut terdiri dari 55 persen responden yang menyatakan percaya dan 12 persen yang sangat percaya.
Sementara itu, sebanyak 22 persen responden menyatakan tidak percaya terhadap kemampuan Prabowo, sedangkan 8 persen lainnya menyatakan sangat tidak percaya. Adapun 3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Baca Juga: Gianni Infantino Terima Surat Dukungan dari Prabowo, Diserahkan Langsung Erick Thohir
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas responden masih menaruh harapan terhadap kepemimpinan Prabowo. Namun, kepercayaan tersebut juga beriringan dengan sejumlah persoalan yang dinilai masyarakat perlu segera ditangani pemerintah.
"Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama karena masyarakat menempatkan pengendalian harga bahan pokok, pemberantasan korupsi, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan sebagai agenda utama. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat," tulis keterangan IPO, dikutip Sabtu (24/10/2026).
IPO mencatat, pengendalian harga bahan pokok menjadi persoalan paling mendesak menurut responden, dengan persentase mencapai 28 persen. Posisi berikutnya ditempati pemberantasan korupsi sebesar 19,5 persen.
Selain itu, pembukaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran menjadi perhatian 14,7 persen responden. Sementara itu, pengurangan tingkat kemiskinan dipilih oleh 10 persen responden.
Persoalan lain yang turut disebut masyarakat meliputi penanganan keamanan, ketertiban, dan premanisme sebesar 2,9 persen. Kesejahteraan petani dan nelayan, pembangunan infrastruktur jalan, serta pendidikan gratis dan berkualitas masing-masing memperoleh 2,5 persen.
Komposisi jawaban tersebut menunjukkan bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah berkaitan erat dengan persoalan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Stabilitas harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, dan pengurangan kemiskinan menjadi isu yang menonjol dalam penentuan prioritas publik.
Di sisi lain, tingginya perhatian terhadap pemberantasan korupsi menunjukkan pentingnya tata kelola pemerintahan dalam menjawab harapan masyarakat. Kepercayaan terhadap Presiden perlu berjalan seiring dengan pelaksanaan kebijakan yang efektif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








