Akurat Logo

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

Ayu Rachmaningtyas | 22 Oktober 2026, 21:39 WIB
Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas'.

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan pihaknya terus memperkuat ekosistem pendidikan pesantren. Langkah ini diambil untuk memperluas peran pesantren, sekaligus mempersiapkan para santri untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dia menjelaskan, ada lima program yang disiapkan pasca-terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 yang menandai pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren). Regulasi ini menjadi bentuk rekognisi, afirmasi, dan pelembagaan komitmen negara kepada pesantren, sehingga santri mendapatkan ruang fasilitasi penuh untuk tumbuh berdaya.

Pertama, SAFESANTRI. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah. SAFESANTRI hadir dalam rangka menguatkan eksistensi pesantren sebagai lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah.

Baca Juga: Prabowo: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Makin Kuat

"Citra pesantren aman dan nyaman harus dikawal agar tidak tercoreng oleh laku oknum yang tidak sejalan dengan semangat pesantren," kata Nasaruddin dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas', di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Dalam peringatan Hari Santri Tahun 2026, Kementerian Agama telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) SAFESANTRI. Satgas ini diharapkan bisa menjadi langkah untuk menjaga eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri

Melalui pembentukan Satgas SAFESANTRI, Kemenag menyiapkan mekanisme pencegahan, pengaduan, pendampingan, serta respons cepat terhadap persoalan kekerasan di lingkungan pesantren. Sejumlah tokoh pesantren telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam satuan tugas tersebut, salah satunya Gus Kautsar.

"Keterlibatan unsur masyarakat pesantren diharapkan memperkuat kolaborasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi santri," harapnya.

Baca Juga: Hari Santri Nasional 2026, Mengenang Resolusi Jihad Pertahankan Kemerdekaan Indonesia

Kedua, penguatan Rekognisi Ijazah. Program ini bertujuan menguatkan pengakuan atas pendidikan pesantren, sekaligus memperluas akses para santri untuk melanjutkan pendidikan di berbagai bidang.

Penguatan rekognisi juga diharapkan memperbesar peluang kerja dan pengembangan karier lulusan pesantren. Dengan demikian, capaian pendidikan dan kompetensi santri dapat memperoleh pengakuan yang lebih luas dalam sistem pendidikan maupun dunia kerja.

Program ini sekaligus menjawab kebutuhan agar masa depan santri tidak terhambat bukan karena kurangnya kemampuan atau kedalaman ilmu, melainkan karena keterbatasan pengakuan terhadap pendidikan yang telah ditempuh.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.