Jadi Mesin Pertumbuhan Baru, Pemerintah Bidik Kontribusi Ekonomi Kreatif di Atas 8 Persen dalam PDB

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat menjadi lebih dari 8 persen pada 2029.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang menempatkan kreativitas, inovasi, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
"Rencana pembangunan jangka menengah kita mengidentifikasi ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru. Dengan ambisi untuk meningkatkan kontribusinya hingga lebih dari delapan persen terhadap PDB pada tahun 2029," jelas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ia mengatakan, sepanjang 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap investasi sekitar Rp183 triliun, menghasilkan ekspor hampir 32 miliar dolar AS, serta menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 27 juta orang.
Kendati demikian, Rachmat menilai Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah produk dan karya kreatif, agar mampu bersaing di pasar internasional.
Baca Juga: WCCE 2026 Momentum Indonesia Dorong Ekonomi Kreatif Masuk Agenda Pembangunan Global
Strategi hilirisasi yang selama ini diterapkan pada sektor sumber daya alam juga perlu dikembangkan terhadap sumber daya intelektual.
"Indonesia telah lama menggalakkan hilirisasi industri, memberikan nilai tambah pada sumber daya alam kita, dan kini kita harus menerapkan prinsip yang sama pada sumber daya intelektual kita," ujar Rachmat.
Pemerintah telah mengesahkan Masterplan Ekonomi Kreatif Nasional untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan pembiayaan, teknologi, perlindungan kekayaan intelektual, dan akses pasar.
"Kita harus terhubung dengan talenta, kita harus terhubung dengan penemuan baru, kita harus terhubung dengan teknologi, kita harus terhubung dengan pembiayaan, dan kita harus terhubung dengan perlindungan serta pasar kekayaan intelektual baik secara internasional maupun nasional," jelas Rachmat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa







