Akurat Logo

Mulai 1 November, 80 Persen Susu MBG Wajib dari Peternak Lokal

Ayu Rachmaningtyas | 14 Oktober 2026, 23:59 WIB
Mulai 1 November, 80 Persen Susu MBG Wajib dari Peternak Lokal
Ilustrasi MBG.

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan, mulai 1 November 2026, susu yang dibagikan kepada anak-anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memenuhi ketentuan penggunaan 80 persen susu segar dari peternak lokal.

Hal itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Aceh.

"Mulai 1 November tahun ini, susu yang dibagikan kepada anak-anak kita di sekolah harus sesuai dengan ketentuan yang kami putuskan, yakni 80 persen harus susu segar yang berasal dari peternak lokal,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI menegaskan, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat penyerapan produk pangan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Menurutnya, kebutuhan pangan dalam pelaksanaan MBG perlu dihubungkan dengan potensi produksi pertanian dan peternakan di daerah.

Dalam hal ini, BGN telah membuka kembali kesempatan bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyediakan susu sebagai bagian dari menu MBG.

Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas pasar bagi peternak lokal melalui pemanfaatan susu segar produksi dalam negeri.

Sudaryono mengungkapkan, penguatan keterlibatan peternak lokal perlu berjalan beriringan dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional.

Ketersediaan bahan pangan yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pelaksanaan MBG sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Selain memperkuat penyerapan susu lokal, BGN juga tengah menyiapkan mekanisme pengadaan bahan pangan berbasis digital untuk mempertemukan dapur SPPG dengan produsen secara lebih langsung.

Rencana tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi harga sekaligus memperkuat akses petani dan peternak terhadap pasar.

“Insyaallah, mulai November atau Desember ini kami akan meluncurkan semacam marketplace di BGN. Dapur-dapur nantinya wajib membeli tujuh komoditas melalui marketplace secara daring sehingga harganya jelas dan sumber telur, ayam, serta dagingnya berasal dari peternak, termasuk melalui koperasi-koperasi peternak,” jelasnya.

Menurut Sudaryono, mekanisme tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki rantai pasok pangan, terutama ketika produsen di tingkat hulu belum selalu memperoleh harga yang sebanding dengan kondisi pasar.

Melalui sistem pengadaan yang lebih transparan, BGN berupaya memperkuat keterhubungan antara kebutuhan dapur MBG dan hasil produksi petani maupun peternak.

Ia juga menyoroti pentingnya mengatasi praktik perantara yang berpotensi menekan harga di tingkat produsen.

Baca Juga: Kemensos Buka Suara soal Wacana HP Gratis untuk Penerima Bansos

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.