Akurat Logo

Refleksi Sumpah Pemuda: Erick Thohir Ancam Setop Dana Hibah Bagi Organisasi Kepemudaan 'Dua Muka'

Dian Eko Prasetio | 13 Oktober 2026, 18:40 WIB
Refleksi Sumpah Pemuda: Erick Thohir Ancam Setop Dana Hibah Bagi Organisasi Kepemudaan 'Dua Muka'
Menpora Erick Thohir saat memberikan keterangan di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio.

AKURAT.CO, Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyampaikan pesan menohok bagi seluruh pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Indonesia.

Menpora menegaskan bahwa nilai utama yang diwariskan dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928 adalah persatuan, sehingga praktik dualisme dan perpecahan di tubuh organisasi pemuda harus segera diakhiri.

Erick Thohir menegaskan bahwa Kemenpora tidak akan memberikan bantuan pendanaan maupun fasilitas negara kepada organisasi yang masih dilanda perpecahan atau memiliki kepengurusan ganda.

"Bantuan untuk pengembangan organisasi kepemudaan akan diberikan kepada organisasi yang memiliki dasar hukum dan kepengurusan yang jelas. Kami tidak mungkin memberikan bantuan kepada organisasi yang terpecah-pecah. Nanti siapa yang harus mempertanggungjawabkan penggunaan anggarannya?" kata Erick Thohir di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Sapu Bersih Dualisme Organisasi Kepemudaan, Erick Thohir Terbitkan Permenpora Baru

Dorong Rekonsiliasi Tanpa Intervensi Pemerintah

Erick berharap para elit dan pimpinan OKP memiliki kebesaran hati untuk melakukan konsolidasi internal tanpa harus menunggu intervensi keras dari pemerintah. Ia mengimbau pihak-pihak yang bertikai untuk duduk bersama dalam satu kongres rekonsiliasi yang sah.

"Semangat Sumpah Pemuda 1928 adalah persatuan. Karena itu, saya meminta para pimpinan organisasi kepemudaan untuk berkonsolidasi. Silakan melaksanakan kongres. Kalau ada organisasi yang terpecah menjadi tujuh, kongresnya harus dikonsolidasikan menjadi satu," ujarnya.

Mengenai mekanisme pengesahan kepengurusan, Erick mengklarifikasi bahwa Kemenpora tidak akan menggunakan prinsip 'siapa cepat dia dapat'. Setiap kongres akan diverifikasi secara ketat demi memastikan seluruh elemen organisasi yang berkonflik telah menyatu.

"Bukan sekadar siapa yang lebih dahulu melaksanakan kongres. Kalau kita mengetahui sebuah organisasi terpecah, kami akan meminta pihak-pihak tersebut berkonsolidasi dan melaksanakan satu kongres bersama. Bukan masing-masing mengadakan kongres sendiri-sendiri lalu diakui, itu tidak menyelesaikan persoalan," tambahnya.

Erick memperingatkan, perpecahan di tubuh OKP hanya akan merugikan generasi muda itu sendiri karena tertinggal dari berbagai program prioritas Kemenpora, seperti program pelatihan kepemimpinan dan magang industri. Sama halnya dengan dunia olahraga, konflik kepengurusan pada akhirnya membunuh potensi para calon pemimpin masa depan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.