Akurat Logo

MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Wahyu SK | 11 Oktober 2026, 21:19 WIB
MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan Jakarta pada 3 November 2026. - Foto: Arabnews

AKURAT.CO Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana penyelenggaraan konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli.

Setelah sebelumnya pemerintah membatalkan rencana konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia.

Konser Bocelli dijadwalkan berlangsung di Kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November 2026.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bertindak konsisten dan bersatu padu dalam menolak segala bentuk kegiatan yang melibatkan figur pendukung Zionisme.

Menurutnya, Indonesia secara historis dan konstitusional berdiri tegak di garis depan dalam menentang segala bentuk penjajahan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga: Ulama India Kunjungi MUI, Bahas Penghancuran Masjid dan Islamofobia

Prof. Sudarnoto mengingatkan sikap pemerintah harus satu padu, sama dalam soal rencana konser pro-Zionis tersebut, yaitu tidak mengizinkan rencana konser tersebut.

"Kali ini, kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujarnya, dikutip dari MUI Digital.

Penolakan MUI bukan tanpa alasan. Prof. Sudarnoto menyoroti rekam jejak Bocelli yang pernah terlibat dalam penggalangan dana untuk pasukan militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010.

Penyanyi tenor opera tersebut juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada tahun 2022.

Bagi MUI, tindakan mendanai atau mendukung kekuatan militer yang terlibat dalam tindakan genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza adalah hal yang tidak dapat ditoleransi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK