Akurat Logo

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Infrastruktur dan Keselamatan Transportasi Masih Kurang Diperhatikan

Okto Rizki Alpino | 8 Oktober 2026, 23:08 WIB
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Infrastruktur dan Keselamatan Transportasi Masih Kurang Diperhatikan
Pemprov DKI Jakarta mendorong kelanjutan pembangunan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas. - Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta

AKURAT.CO Keselamatan, infrastruktur, dan layanan transportasi dinilai masih kurang mendapat perhatian, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pemerintah perlu menjadikan keselamatan mobilitas sebagai prioritas, seiring dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebab, berbagai program untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul akan sia-sia jika mobilitas masyarakat belum menjamin keselamatan.

"Akan sia-sia upaya pemerintah mewujudkan SDM unggul dengan berbagai program, jika keselamatan mobilitas tidak menjamin keselamatan," kata Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, saat dihubungi, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Perpres Transportasi Online Atur Layanan Antar Barang dan Makanan

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi juga menuntut percepatan pembangunan infrastruktur transportasi. Infrastruktur dan fasilitas transportasi, harus tersedia hingga ke pelosok negeri agar mobilitas masyarakat dapat mendukung aktivitas ekonomi.

"Janji kampanye pemerintah mengenai pengembangan transportasi umum belum sepenuhnya ditunaikan," ujarnya.

Menurut dia, pembenahan transportasi tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Pemerintah perlu memastikan layanan transportasi berjalan aman dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Evaluasi tersebut disampaikan Djoko Setijowarno dalam momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan menyoroti tiga aspek utama, yakni keselamatan, infrastruktur, dan layanan transportasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.