Penambahan Prajurit untuk Satuan Baru TNI Bukan Pemborosan

AKURAT.CO Penambahan prajurit TNI dalam mendukung pembentukan sejumlah satuan baru dinilai bukan sebagai bentuk pemborosan.
Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, adanya peningkatan kebutuhan biaya operasional karena penambahan jumlah personel merupakan hal wajar.
"Tapi kan biaya operasional tinggi itu dikarenakan memang ada kebutuhan. Anggarannya sudah sudah masuk, sudah dihitung," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Dave menekankan peningkatan anggaran tersebut bukanlah sebagai bentuk pemborosan keuangan negara. Melainkan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan kepentingan kedaulatan bangsa.
"Jadi, kita kan bukan menghamburkan-hamburkan uang. Akan tetapi memang ada kebutuhan yang harus kita spend untuk memenuhi kepentingan kedaulatan bangsa," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam
Menurutnya, pembentukan sejumlah satuan baru di TNI perlu diikuti dengan penambahan prajurit. Kebutuhan tersebut dinilai sebagai bagian dari penyesuaian terhadap potensi ancaman dan perkembangan zaman.
"Ya tentunya, tentu sudah lama kita bahas bahwa memang ada bentuk banyak satuan-satuan baru. Dan ini tidak tidak berhenti hari ini, nanti ketika infrastrukturnya yang lainnya sudah dipenuhi, akan dibentuk satuan-satuan lainnya lagi," jelas Dave.
Dalam hal ini, penambahan satuan akan berdampak pada kebutuhan personel. Rekrutmen prajurit akan terus dilakukan melalui Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.
"Pastinya dengan ada kesatuan baru kan membutuhkan penambahan personel, sehingga akan membutuhkan juga penambahan beberapa prajurit," katanya.
Dave menegaskan bahwa pembentukan satuan-satuan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan nasional, termasuk potensi ancaman dan perkembangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: Nama Saya Hancur Sehancur-hancurnya
- 10Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji







