Doktrin Kapolri Suyudi Diapresiasi, Rakyat Butuh Polisi yang Hadir Saat Dibutuhkan

AKURAT.CO Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengapresiasi gagasan 'Polisi Bersama Masyarakat' yang diusung Jenderal Suyudi Ario Seto, sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri.
Menurutnya, gagasan tersebut memiliki makna yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Sebab bagi rakyat, keberadaan polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang rasa aman, pertolongan dan kepastian ketika mereka menghadapi persoalan.
"Rakyat sederhana keinginannya. Ketika rumahnya kemalingan, ada polisi yang datang. Ketika keluarganya menjadi korban kejahatan, ada polisi yang melindungi. Ketika membuat laporan, mereka ingin didengar. Ketika berada dalam kondisi darurat, mereka ingin pertolongan datang dengan cepat. Itulah polisi yang dekat dengan rakyat," ujar Fernando, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Perombakan Besar-besaran, Kapolri Suyudi Rombak Pejabat Divpropam hingga Lemdiklat Polri
Dia menilai, doktrin yang dibawa Suyudi menjadi penting karena menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. Hal itu disampaikan Suyudi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI pada 1 Oktober 2026.
Ukuran keberhasilan Polri pada akhirnya bukan hanya terlihat dari banyaknya program, operasi maupun kegiatan kelembagaan, tetapi dari apa yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Seorang ibu yang kehilangan anaknya tentu tidak membutuhkan pidato panjang. Dia membutuhkan polisi yang segera mencari dan melindungi anaknya. Pedagang kecil yang menjadi korban kejahatan membutuhkan kepastian bahwa laporannya ditangani. Orang tua yang melihat anaknya terancam narkoba membutuhkan negara hadir untuk menyelamatkan masa depan anaknya. Di situlah wajah Polri benar-benar dirasakan rakyat," katanya.
Polisi Hadir Sebelum Masalah Menjadi Besar
Fernando juga menilai kedekatan polisi dengan masyarakat bukan hanya penting dalam penanganan perkara, tetapi juga dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Ganti Kabareskrim hingga Kadensus 88 Antiteror Polri
Menurutnya, polisi yang dekat dengan lingkungan masyarakat akan lebih mudah mendengar keluhan warga, memahami persoalan sosial dan mengetahui potensi gangguan keamanan sejak dini.
"Polisi jangan hanya hadir setelah kejadian. Kalau polisi dekat dengan masyarakat, banyak persoalan bisa diketahui lebih awal. Konflik bisa dicegah, kejahatan bisa diantisipasi dan masyarakat merasa memiliki tempat untuk mengadu," ujarnya.
Keberadaan Polsek dan Polres menjadi sangat strategis karena dua struktur tersebut bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, dia berharap semangat 'Polisi Bersama Masyarakat' benar-benar diterjemahkan hingga ke tingkat kewilayahan, bukan berhenti sebagai doktrin di tingkat pusat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







