Wamendagri Pastikan Dukungan Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok Berjalan Lancar

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, meninjau langsung kondisi pascabencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk mengetahui perkembangan terbaru kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan pemerintah daerah (Pemda) yang perlu dipenuhi.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Solok telah menyampaikan rencana melanjutkan tanggap darurat selama tujuh hari ke depan. Sehingga, kebutuhan penanganan banjir bandang dipastikan dapat difasilitasi melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Hal ini untuk mendukung keberlanjutan tanggap darurat yang masih membutuhkan pekerjaan fisik, termasuk normalisasi, serta kecukupan alat berat dan personel.
Baca Juga: Kementerian PU Pulihkan 14 Bangunan Pemerintah Terdampak Galodo Solok
"Kesiapsiagaan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan jajaran ini sungguh luar biasa. Kami melihat langkah-langkah taktis di lapangan sudah dilakukan," kata Bima dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
"Karena sekilas kami lihat di lapangan memang masih memerlukan banyak sekali kerja-kerja fisik untuk normalisasi. Tentunya dalam fase berlanjutnya tanggap darurat ini kira-kira apakah alat berat cukup, apakah personel cukup. Sejauh mana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengalokasikan tenaga dan sumber dayanya," jelasnya.
Selain penanganan darurat, dia meminta Pemkab Solok memetakan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana di kemudian hari. Masukan para pakar, termasuk kemungkinan relokasi atau penataan kembali fasilitas pemerintahan yang terdampak, perlu dikaji untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Dia juga meminta Pemda memastikan pelayanan publik tetap berjalan, di tengah dampak bencana terhadap sejumlah kantor pemerintahan. Kondisi dokumen dan arsip penting juga perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Gibran Ingatkan Nakes Antisipasi Penyakit Pascabanjir Bandang di Solok
Selain itu, Bima menyoroti realisasi Transfer ke Daerah (TKD) yang perlu dimaksimalkan agar memberikan dampak bagi masyarakat Kabupaten Solok. Pemerintah pusat dan daerah perlu mengidentifikasi kendala serta memperkuat koordinasi agar realisasi anggaran tersebut dapat berjalan optimal.
"Kira-kira ada kendala apa saja yang bisa kita atasi, kita koordinasikan dan apakah sudah ada prediksi, persentase yang masih memungkinkan. Karena seperti Pak Bupati sampaikan, TKD kan diperjuangkan bersama-sama tentu ada harapan ini memberikan dampak bagi warga di Kabupaten Solok," tambahnya.
Dia pun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani bencana. Menurutnya, keberlanjutan tanggap darurat perlu didukung sumber daya yang memadai agar pekerjaan pemulihan dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat





