Akurat Logo

Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi

Ayu Rachmaningtyas | 28 September 2026, 22:51 WIB
Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi
Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan bahwa ASN dituntut memberikan pelayanan yang jelas, sederhana dan tepat waktu. - Foto: Puspen Kemendagri

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan strategis di era disrupsi.

Pasalnya, perubahan saat ini tidak hanya terjadi pada aspek teknologi, tetapi berlangsung secara serentak di berbagai bidang.

Perubahan mencakup perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, meningkatnya ekspektasi publik terhadap layanan digital, gejolak ekonomi dan geopolitik, perubahan kebutuhan keterampilan aparatur, serta derasnya arus informasi yang memengaruhi kepercayaan publik.

Kondisi ini menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Semakin cerdas masyarakatnya tentunya dituntut ASN-nya semakin cerdas. Kemudian, 81,72 persen penduduk telah menggunakan daripada layanan digital yang semakin terbuka, mudah dan transparan," kata Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam pengarahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Gelombang V Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2026, yang digelar secara daring, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Kemendagri Kembali Ingatkan Pemda Kendalikan Harga Pangan

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah mengubah cara kerja dalam bidang analisis, administrasi, dan pelayanan.

Berbagai pekerjaan rutin semakin banyak terotomatisasi, sementara kebutuhan akan pengambilan keputusan secara cepat terus meningkat.

Pada saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah juga semakin tinggi.

"Kalau kita bekerja rutin, kemudian masyarakat di luar sana menggunakan AI, maka di situ terdapat celah di mana kecepatan, kemudian komprehensif, mempengaruhi bagaimana kita mengambil keputusan. Sehingga penilaian masyarakat terhadap kita sebagai ASN tentunya dapat berubah," ujar Tomsi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Tomsi mendorong peserta PKA dan PKP mengubah pola kerja dan kepemimpinan, dari cara berpikir yang sektoral dan parsial menuju pola pikir yang strategis, sistemik, holistik, serta lintas sektor.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.