Akurat Logo

Presiden Prabowo Minta Biaya Haji Tidak Memberatkan Jemaah

Moehamad Dheny Permana | 28 September 2026, 21:40 WIB
Presiden Prabowo Minta Biaya Haji Tidak Memberatkan Jemaah
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026). - Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menekankan agar formulasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tetap mempertimbangkan kemampuan jemaah, di tengah perubahan kondisi ekonomi akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Presiden Prabowo mengarahkan agar perubahan sejumlah komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji tidak menimbulkan beban yang terlalu besar bagi jemaah.

"Memang ada beberapa angka-angka yang harus berubah. Tapi pada prinsipnya, presiden mengatakan, jangan sampai memberatkan kepada jemaah," ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, usai rapat terbatas Bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dalam pembahasan tersebut, Presiden Prabowo turut memberikan arahan mengenai komposisi BPIH dan nilai manfaat sebagai bagian dari formulasi pembiayaan haji.

Pemerintah selanjutnya akan mencermati perubahan sejumlah komponen biaya dengan tetap memperhatikan kemampuan jemaah.

Baca Juga: Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati

"Salah satunya adalah bahwa komposisi antara BPIH, yaitu biaya penyelenggaraan ibadah haji dan nilai manfaat, tentu akan kita formulasikan kembali. Presiden menyarankan sekitar 52 banding 48, sehingga dengan angka itu tidak terlalu memberatkan kepada jemaah," jelasnya.

Irfan menyampaikan, perubahan biaya penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang turut berdampak terhadap kondisi ekonomi. Pemerintah mencermati perubahan tersebut dalam penyusunan formulasi BPIH.

"Seperti kita tahu semua, ada banyak perubahan terkait dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang salah satunya berakibat, berefek ke ekonomi," katanya.

Menurut Irfan, meski terdapat perubahan pada sejumlah angka dalam BPIH, pemerintah tetap mencari formulasi, agar jemaah tidak menanggung beban yang terlalu besar.

Arahan Presiden Prabowo menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pembahasan perubahan komponen pembiayaan haji.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.