Akurat Logo

Kemensos: Wali Asuh dan Asrama Ujung Tombak Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Moehamad Dheny Permana | 28 September 2026, 15:08 WIB
Kemensos: Wali Asuh dan Asrama Ujung Tombak Karakter Siswa Sekolah Rakyat
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di Yogyakarta. - Dok. Kemensos

AKURAT.CO Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan wali asuh dan wali asrama merupakan ujung tombak dalam membangun karakter siswa Sekolah Rakyat. Pendampingan terhadap siswa perlu dilakukan dengan pendekatan yang tidak hanya formal, tetapi juga mengedepankan empati, perhatian, dan kasih sayang.

"Wali asuh dan wali asrama adalah ujung tombak dalam membangun karakter anak-anak di Sekolah Rakyat. Saya titip mereka, antarkan mereka, bangun karakter mereka, karena potensi mereka sama dengan anak-anak yang lain, hanya latar belakangnya yang berbeda," ujar Agus Jabo saat menutup Pelatihan bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di Yogyakarta, dikutip Senin (28/9/2026).

Pelatihan tersebut diikuti 200 peserta dari Sekolah Rakyat yang masuk dalam lingkup Regional Yogyakarta, terdiri atas 160 wali asuh dan 40 wali asrama.

Baca Juga: BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan

Agus Jabo menambahkan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam. Kondisi tersebut perlu dipahami para pendamping agar proses pengasuhan tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan dan aturan, tetapi juga mampu merespons kebutuhan setiap anak.

"Anak-anak ini pada dasarnya membutuhkan perhatian dari kita, pendampingan dari kita, kasih sayang dari kita. Karena itu, saya mohon para pendamping betul-betul memahami anak-anak, tidak hanya secara kolektif, tetapi juga secara individual," katanya.

Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan empati menjadi penting karena persoalan yang dihadapi siswa dapat berkaitan dengan kondisi keluarga, ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan sosial.

Dia meminta para wali asuh dan wali asrama tidak terburu-buru melihat perilaku siswa hanya dari sisi formal. Setiap perilaku perlu dipahami dengan melihat latar belakang dan kebutuhan anak.

Baca Juga: Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI

"Kalau menggunakan logika formal, kebutuhan mereka akan terasa berat. Tetapi kalau kita menggunakan hati, kita bisa memahami bahwa mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kasih sayang," ujarnya.

Agus Jabo menambahkan, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembangunan karakter menjadi bagian penting agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berdaya di masa depan.

Wali asuh dan wali asrama dinilai memiliki peran strategis karena pendampingan dilakukan tidak hanya selama proses pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam kehidupan siswa sehari-hari di lingkungan sekolah dan asrama.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.