Akurat Logo

Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Haru Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra

Moehamad Dheny Permana | 26 September 2026, 15:52 WIB
Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Haru Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memimpin salat jenazah mendiang Guruh Soekarnoputra, Sabtu (26/9/2026). - Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memimpin langsung salat jenazah mendiang Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Nomor 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Salat jenazah diikuti antara lain oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY); Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla; hingga Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Setelah selesai disalatkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, didapuk untuk mewakili keluarga besar Proklamator Bung Karno membacakan sambutan perpisahan sebelum jenazah Guruh diberangkatkan ke pemakaman.

Rano Karno dengan nada bergetar menyampaikan rasa terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam mewakili keluarga besar Bung Karno.

"Terima kasih karena telah datang bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah perpisahan, tetapi untuk mengantarkan seorang saudara, seorang sahabat, seorang seniman, seorang anak bangsa, sampai ke ujung perjalanan hidupnya," ucap Rano Karno di hadapan para pelayat.

Baca Juga: SBY Ungkap Kenangan dengan Guruh Soekarnoputra, Pernah Berbincang Lama di Istana

Rano Karno juga memohonkan maaf dan keikhlasan dari seluruh hadirin jika semasa hidupnya Guruh Soekarnoputra pernah memiliki kekhilafan, baik dari tutur kata maupun sikap yang tanpa sengaja melukai.

Bagi keluarga dan bangsa Indonesia, kepergian Guruh bukan sekadar kehilangan seorang anggota keluarga besar, melainkan kehilangan seorang penjaga ingatan kebudayaan.

"Sejak kecil, hidup Mas Guruh seolah telah menemukan bahasanya sendiri lewat seni. Mas Guruh adalah seseorang yang tak pernah letih mencintai Indonesia. Dan cinta Mas Guruh kepada Indonesia bukanlah cinta yang berisik dan gaduh," kenang Rano Karno.

Ia menyebut Guruh menerjemahkan cintanya pada Tanah Air melalui lagu, tarian, dan warna di atas panggung. Di tangan Guruh, seni tradisional tidak pernah terasa tua, dan yang modern tidak pernah harus kehilangan akarnya.

"Mas Guruh seperti hendak berkata kepada generasi setelahnya: Silakan berjalan sejauh-jauhnya menuju masa depan, tetapi jangan pernah malu kepada jalan yang membawa kita berasal," tuturnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.