Akurat Logo

Wamen P2MI Lepas CPMI Program SMK Go Global ke Arab Saudi, Minta Bawa Pulang Ilmu dan Teknologi ke Indonesia

Saeful Anwar | 25 September 2026, 16:48 WIB
Wamen P2MI Lepas CPMI Program SMK Go Global ke Arab Saudi, Minta Bawa Pulang Ilmu dan Teknologi ke Indonesia
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla.

AKURAT.CO Sebanyak 37 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) diberangkatkan untuk bekerja di Arab Saudi melalui Program SMK Go Global.

Pemerintah berharap mereka tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama bekerja di luar negeri.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyampaikan pesan tersebut saat melepas para CPMI di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Para CPMI tersebut dipersiapkan untuk bekerja sebagai Mechanical Machinery Assemblers di Arab Saudi.

Sebelum diberangkatkan, mereka mengikuti peningkatan kapasitas, termasuk sertifikasi bahasa Inggris yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bahasa Inggris.

Program tersebut dilaksanakan melalui P3MI PT Al Wihdah Jaya Sentosaa.

Dari total 37 CPMI, sebanyak 22 orang mengikuti Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) di BP3MI DKI Jakarta pada Jumat, sedangkan 15 peserta lainnya telah menjalani OPP di P4MI Bekasi.

Dzulfikar meminta para CPMI memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri untuk memperluas pengetahuan dan menguasai teknologi yang digunakan di negara tujuan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika para pekerja migran kembali ke Indonesia.

“Serap sebanyak-banyaknya teknologi, serap sebanyak-banyaknya ilmu yang ada di luar negeri,” ujar Dzulfikar.

Ia menilai peningkatan kapasitas pekerja migran juga penting untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi perubahan demografi.

Sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman, saat ini telah menghadapi kondisi aging population atau meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia dibandingkan penduduk usia muda.

Dzulfikar berharap ketika Indonesia menghadapi kondisi serupa, para pekerja migran yang saat ini bekerja di luar negeri telah memiliki keahlian dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan di dalam negeri.

“Ketika kita tiba pada situasi aging population, Anda-Anda ini sudah expert di bidangnya masing-masing,” katanya.

Baca Juga: Relawan Gibran Serahkan Amicus Curiae ke MK, Minta Gugatan PHPU Ditolak

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.