Banjir Bandang di Sumatera, Mori Hanafi: Banyak Hutan dalam Kondisi Tak Baik

AKURAT.CO Kondisi hutan yang habis saat ini, menjadi salah penyebab terjadinya banjir bandang di Sumatera. Terbaru, banjir bandang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026).
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menyatakan kondisi hutan di Indonesia saat ini tidak pada kondisi baik. Hal ini diperburuk dengan cuaca yang saat ini telah masuk musim hujan.
"Ini kan cuaca anomali ya. Hutan kita habis. Jadi, yang kami pahami salah satu penyebab banjir-banjir ini karena banyak hutan-hutan kita yang sudah tidak dalam kondisi baik," kata Mori saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Solok Diterjang Banjir Bandang, Puan Kembali Ingatkan Soal Mitigasi Bencana
Keadaan hutan yang tidak memadai menyebabkan saat hujan turun tidak adanya resapan air yang menampung. Sebaliknya, pada saat musim kemarau mata air yang tersedia berkurang drastis.
Menurutnya, berbagai musibah yang terjadi belakangan ini seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Banda Aceh diduga disebabkan karena kondisi hutan yang saat ini telah beralih fungsi menjadi tanaman sawit. Sebab, tanaman sawit merupakan jenis tanaman yang tidak bisa meresap air.
"Jadi, saya enggak bisa komentari lebih jauh terkait dengan apa yang terjadi di Solok. Tapi musibah demi musibah ini, baik banjir yang ada di kemarin di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan juga di Bandar Aceh, itu kalau kita lihat betul, itu memang banyak disebabkan karena hutan-hutan kita yang beralih fungsi," jelasnya.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat mengatasi permasalahan tersebut karena dikhawatirkan kondisi tersebut akan terus terulang.
Baca Juga: Jakarta Belajar dari New York Atasi Macet, Banjir hingga Obligasi Daerah
Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, berdasarkan pembaruan data hingga hari Selasa pukul 18.45 WIB, satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian akibat banjir bandang di Solok. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi. Sebanyak 9 keluarga atau 32 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut. Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak.
Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Serta satu fasilitas kesehatan turut terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini









