Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Boyong Misi Damai ke Beijing, Pertahanan RI–Tiongkok Makin Lengket!

AKURAT.CO Hubungan diplomasi militer antara Indonesia dan Tiongkok makin menunjukkan sinyal positif.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, terbang langsung ke Beijing untuk menggelar pertemuan bilateral dengan Vice Chairman of the Central Military Commission (CMC) Tiongkok, Jenderal Zhang Shengmin, pada Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Menhan: Penanganan Karhutla Bergantung pada Gotong Royong Masyarakat
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen kedua negara dalam mengeksekusi arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Fokus utamanya adalah menggenjot komunikasi serta kemitraan pertahanan yang dilandasi rasa saling menghormati, percaya, dan menguntungkan.
Di sela-sela pertemuannya, Menhan Sjafrie kembali menegaskan garis besar arah politik luar negeri Indonesia yang tetap konsisten dan tidak memihak blok mana pun.
“Kita ini negara yang berbasis kepada konstitusi, berbasis kepada kepentingan nasional, tetapi mempunyai suatu strategi politik luar negeri yang bebas aktif. Sehingga, kita open minded kepada semua negara sahabat,” ujar Sjafrie.
Ia menambahkan bahwa pemerintah selalu siap membuka ruang dialog dengan negara mitra mana pun demi mengawal kepentingan nasional sekaligus menjawab ekspektasi publik.
Sehari sebelum agenda bilateral tersebut, Sjafrie bersama jajaran delegasi Indonesia lebih dulu memboyong misi diplomasi ke hajatan pertahanan bergengsi, The 13th Beijing Xiangshan Forum, di Beijing International Convention Center (BICC), Rabu (16/9/2026).
Forum keamanan tahunan yang dibuka oleh Menhan Tiongkok Laksamana Dong Jun itu mengusung tema “Build Consensus on Stability, Advance Security Governance Together."
Kehadiran perwakilan Indonesia di panggung ini menjadi penegas peran aktif Jakarta dalam menjaga tensi keamanan kawasan Asia-Pasifik agar tetap adem dan stabil.
Sjafrie turut menyuarakan pentingnya mematuhi hukum internasional, merawat multilateralisme, menghormati kedaulatan, serta mengedepankan jalur negosiasi dalam menyelesaikan gesekan antarnegara.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta mendorong kerja sama konstruktif demi terciptanya lingkungan keamanan regional dan global yang damai, stabil, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selama di Beijing, Menhan Sjafrie dijadwalkan menuntaskan serangkaian kunjungan kerja strategis lainnya. Manuver diplomasi ini makin memperjelas posisi Indonesia di kancah internasional: teguh dengan prinsip bebas aktif, ramah berkolaborasi, dan konsisten menjaga kedamaian kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







