Akurat Logo

BMKG Perketat Pemantauan Titik Panas dan Pasok Data Cuaca untuk Satgas Karhutla

Moehamad Dheny Permana | 10 September 2026, 16:57 WIB
BMKG Perketat Pemantauan Titik Panas dan Pasok Data Cuaca untuk Satgas Karhutla
Ancaman karhutla diperkirakan masih bertahan selama beberapa bulan ke depan. - Foto: Antara Foto/Jojon

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memperketat pemantauan titik panas (hotspot) dan menyalurkan data cuaca secara berkala kepada Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).

Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan yang saat ini terdampak kabut asap.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, prihatin atas kondisi masyarakat yang terdampak paparan asap.

Ia memastikan seluruh pemutakhiran data BMKG dimanfaatkan secara langsung sebagai basis tindakan darurat di lapangan.

"Setiap pemutakhiran data BMKG menjadi dasar untuk tindakan nyata, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi lahan gambut dan mendukung pemadaman. Kami juga mengeluarkan peringatan dini untuk mencegah timbulnya titik kebakaran baru, serta membantu penentuan wilayah prioritas distribusi air bersih," jelasnya, melalui siaran resmi Bakom RI, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Wapres Gibran Tertarik! Bukan Sekadar Drone, Teknologi ITB Ini Bisa Pantau Kualitas Udara dan Karhutla

Menurut Fachri, dampak musim kemarau dan karhutla bervariasi di tiap daerah.

Oleh karena itu, BMKG menyajikan informasi cuaca secara terperinci melalui kanal resmi agar masyarakat dan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.

BMKG juga terus memantau titik panas dan menyuplai informasi cuaca harian guna mendukung operasional tim pemadam, baik Satgas Darat maupun Satgas Udara.

Ancaman karhutla diperkirakan masih bertahan selama beberapa bulan ke depan, seiring kondisi udara yang masih kering.

Fachri menekankan bahwa kemarau tahun ini tercatat lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.