BMKG Perketat Pemantauan Titik Panas dan Pasok Data Cuaca untuk Satgas Karhutla

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memperketat pemantauan titik panas (hotspot) dan menyalurkan data cuaca secara berkala kepada Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).
Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan yang saat ini terdampak kabut asap.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, prihatin atas kondisi masyarakat yang terdampak paparan asap.
Ia memastikan seluruh pemutakhiran data BMKG dimanfaatkan secara langsung sebagai basis tindakan darurat di lapangan.
"Setiap pemutakhiran data BMKG menjadi dasar untuk tindakan nyata, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi lahan gambut dan mendukung pemadaman. Kami juga mengeluarkan peringatan dini untuk mencegah timbulnya titik kebakaran baru, serta membantu penentuan wilayah prioritas distribusi air bersih," jelasnya, melalui siaran resmi Bakom RI, Kamis (10/9/2026).
Menurut Fachri, dampak musim kemarau dan karhutla bervariasi di tiap daerah.
Oleh karena itu, BMKG menyajikan informasi cuaca secara terperinci melalui kanal resmi agar masyarakat dan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
BMKG juga terus memantau titik panas dan menyuplai informasi cuaca harian guna mendukung operasional tim pemadam, baik Satgas Darat maupun Satgas Udara.
Ancaman karhutla diperkirakan masih bertahan selama beberapa bulan ke depan, seiring kondisi udara yang masih kering.
Fachri menekankan bahwa kemarau tahun ini tercatat lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver







