Menbud Pastikan Buku Sejarah Nasional Bebas Intervensi: Satu Lembar pun Naskahnya Tidak Kami Ubah

AKURAT.CO Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memastikan peluncuran lima jilid pertama seri buku 'Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global', bebas dari intervensi pemerintah serta menjamin kebebasan akademik para sejarawan.
Peluncuran ini mengakhiri penantian hampir dua dekade atas pemutakhiran penulisan sejarah nasional Indonesia. Pemerintah menegaskan peran negara dalam pemutakhiran historiografi ini murni sebatas fasilitator, tanpa campur tangan terhadap materi penyusunan maupun penafsiran sudut pandang sejarah.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan kementerian yang dipimpinnya sengaja menarik diri dari proses teknis penulisan demi menjaga integritas ilmiah dan objektivitas hasil penelitian para ahli.
Baca Juga: Buku Sejarah Indonesia Terbaru Bisa Dibaca Online, Cek Link Resmi dan Cara Akses
"Dalam penyusunan buku ini, Kementerian Kebudayaan hanya bertindak sebagai fasilitator. Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan yang tergabung dalam tim penyusun. Bahkan satu lembar pun naskahnya tidak kami ubah, karena ini sepenuhnya karya ilmiah dan wujud kebebasan akademik para ahli," tegas Fadli Zon, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (2/9/2026).
Proses penulisan lima jilid pertama ini melibatkan 123 sejarawan dan akademisi dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian independen di seluruh Indonesia. Keterlibatan para akademisi dari berbagai daerah dan lembaga ini, bertujuan untuk mencegah adanya dominasi narasi tunggal atau bias kepentingan politik tertentu.
Editor Umum Tim Penyusun Buku Sejarah Indonesia, Singgih Tri Sulistiyono, menyampaikan independensi yang dijamin oleh negara memungkinkan para peneliti menyusun narasi berbasis Indonesia-sentris dan metodologi ilmu pengetahuan mutakhir.
Menurutnya, tugas sejarawan adalah menyajikan fakta dan analisis berdasarkan metodologi ilmiah yang jujur. Buku ini dirancang bukan untuk menjejalkan hafalan dogmatis atau kepentingan politik tertentu, melainkan untuk menggambarkan bagaimana Nusantara sejak awal telah panggung peradaban yang maju dan aktif berpartisipasi dalam arus sejarah dunia.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR Ajak Masyarakat Baca dan Kritisi Buku Sejarah Indonesia Terbaru
"Lima jilid pertama yang diterbitkan ini berfokus pada babak awal perjalanan Nusantara, mulai dari era praaksara, perkembangan kebudayaan maritim, interaksi dengan peradaban Timur Tengah dan Asia, hingga dinamika sosial-politik pada abad ke-19," tambahnya.
Guna memastikan hasil riset ini dapat diuji dan dimanfaatkan secara transparan oleh seluruh lapisan masyarakat, Kementerian Kebudayaan membuka akses seluas-luasnya tanpa dipungut biaya.
Seluruh berkas digital dari lima jilid pertama buku Sejarah Indonesia ini sudah dapat diunduh gratis oleh publik melalui portal resmi pustakabudaya.id.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







