Akurat Logo

Lebih dari Satu Abad Beroperasi, Perjalanan Panjang Stasiun Karet Menemani Warga Jakarta

Siti Nur Azzura | 1 September 2026, 09:00 WIB
Lebih dari Satu Abad Beroperasi, Perjalanan Panjang Stasiun Karet Menemani Warga Jakarta
Stasiun Karet

AKURAT.CO PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) resmi menutup Stasiun Karet mulai hari ini, Selasa (1/9/2026). Sehubungan dengan peningkatan layanan integrasi untuk pengguna Commuter Line Jabodetabek, seluruh operasional di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Penutupan ini menjadi sorotan, khususnya bagi pengguna KRL yang biasa naik turun di stasiun ini. Mengingat, Stasiun Karet berada di lokasi dekat kawasan perkantoran Karet Tengsin dan pemakaman Karet Bivak.

Stasiun Karet merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +11 meter ini hanya melayani Commuter Line Cikarang. Uniknya, stasiun ini memiliki nomor stasiun yang sama dengan Stasiun Sudirman Baru (BNI City), yakni C11.

Baca Juga: Stasiun Karet Ditutup, Pengguna KRL Bisa Pakai Jalan Alternatif Ini

Stasiun ini dibuka pada 1 Agustus 1922, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Tanah Abang–Manggarai yang menggantikan jalur kereta api Lintas Salemba yang terdampak oleh perubahan tata kota Batavia. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan Stasiun Mampang.

Sehubungan dengan rencana pengoperasian layanan KRL Lin Lingkar Jakarta, elektrifikasi jalur serta renovasi dilakukan pada stasiun yang berada di jalur kereta api lingkar Jakarta. Proses tersebut selesai dilaksanakan tahun 1987, pada tahun yang sama layanan Lin Lingkar Jakarta resmi dioperasikan.

Rencana peleburan Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru (BNI City) ini pun pernah digaungkan pada 2022, seiring perubahan pola operasional Commuter Line Jabodetabek. Meski demikian, KAI Commuter menyatakan bahwa Stasiun Karet tidak ditutup dan tetap melayani penumpang.

Pada 2 Januari 2025, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan kemungkinan Stasiun Karet ditutup. Peleburan ini dilakukan karena kondisi stasiun yang sudah tidak memenuhi standar, terutama terkait dengan peron yang sempit yang menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna.

Pada saat yang sama, Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan PT KAI, Rudi As Aturridha, mengatakan bahwa letak yang terlalu dekat dengan Stasiun Sudirman Baru juga menjadi pertimbangan penting dalam rencana tersebut.

Pertimbangan lainnya adalah agar seluruh layanan Commuter Line yang menggunakan lintas Tanah Abang–Manggarai, termasuk Lin Bandara Soekarno-Hatta maupun Lin Cikarang memiliki waktu tempuh yang lebih cepat.

Baca Juga: Stasiun Karet Diintegrasikan ke BNI City Mulai 1 September 2026

Guna mempersiapkan rencana tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membangun trotoar yang berada di tepi sungai Ciliwung, serta dilakukan pembongkaran sebagian tembok Stasiun Sudirman Baru pada sisi barat daya untuk menjadi akses baru bagi pengguna dari dan menuju Jalan K.H. Mas Mansyur.

Selain itu akses jalan dari dan menuju Stasiun Sudirman Baru akan dilengkapi area komersial. Akan tetapi, rencana tersebut ditolak oleh pengguna Commuter Line yang bekerja di kawasan yang lebih dekat dengan Stasiun Karet.

Pada 8 Januari 2025, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal, menyatakan bahwa rencana peleburan Stasiun Karet tersebut masih dalam tahap diskusi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.