Akurat Logo

Menhan: Penanganan Karhutla Bergantung pada Gotong Royong Masyarakat

Putri Dinda Permata Sari | 31 Agustus 2026, 19:59 WIB
Menhan: Penanganan Karhutla Bergantung pada Gotong Royong Masyarakat
Ilustrasi, wilayah terdampak kabut asap karhutla - Magnific

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyebut tidak ada batas waktu khusus untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, percepatan penanganan bencana tersebut membutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Dia menjelaskan, anggaran pertahanan memiliki dua jenis target, yakni target program dan target dinamis. Karhutla dan bencana alam lainnya masuk dalam kategori target dinamis yang membutuhkan dukungan anggaran untuk mempercepat penanganan.

"Ya. Kita dalam menerima anggaran itu, menggunakan anggaran itu dua target. Satu target program, dan satu target dinamis," kata Sjafrie, usai rapat bersama Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: Atasi Karhutla, Menhan Ajak Pengusaha Hutan hingga Negara Sahabat Gotong Royong

Menurutnya, target program telah dialokasikan dalam anggaran pertahanan. Sementara untuk target dinamis seperti karhutla dan gempa bumi, pemerintah dapat memberikan dukungan tambahan terhadap anggaran pertahanan untuk mempercepat bantuan.

"Target program sudah dialokasikan. Tapi target dinamis seperti kebakaran hutan, gempa bumi, ini juga akan kita memperoleh bantuan dari negara kepada anggaran pertahanan untuk kita akselerasi bantuan yang bisa kita berikan dalam mengatasi bencana gempa bumi dan kebakaran hutan," ujarnya.

Sjafrie kemudian menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dia menyebut masyarakat Indonesia harus ikut bergotong royong mengatasi kebakaran hutan.

Baca Juga: Gojek dan YGMP Salurkan Bantuan bagi Mitra Driver Terdampak Gempa NTT hingga Karhutla Kalimantan

"Saya diberitahu Pak Ketua Komisi I. Target (menyelesaikan) kebakaran hutan itu tergantung rakyat Indonesia! Jadi kita harus bergotong royong, mengatasi ini semuanya," tegasnya.

Dia juga kembali meminta para pengusaha yang memiliki peralatan pendukung untuk turut membantu penanganan karhutla. Bantuan tersebut dapat berupa alat berat hingga helikopter water bombing yang diperbantukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Tadi saya sudah kasih tahu, minta pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter water bombing, perbantukan kepada BNPB," tutup Sjafrie.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.