Cegah Karhutla Meluas, BNPB Minta Masyarakat Segera Lapor Jika Temukan Titik Api

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memahami perhatian serta kekhawatiran masyarakat terkait perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Plt. Kapusdatin BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, memastikan pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya maksimal di lapangan. Penanganan karhutla saat ini terus dilakukan secara terpadu dan masif.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat, serta kementerian dan lembaga terkait," ujar Berton dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Puan Respons Protes Malaysia-Singapura Soal Karhutla: Akan Koordinasi dengan Kemlu
Guna mencegah perluasan dampak karhutla, BNPB mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi karhutla," tegasnya.
Selain pencegahan kebakaran, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Mengingat kondisi udara di beberapa wilayah terdampak, warga diimbau untuk membatasi ruang gerak di luar ruangan.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, diharapkan menggunakan masker," tambahnya.
Masyarakat yang menemukan potensi bahaya atau kemunculan titik api juga dapat langsung menghubungi layanan darurat (call center) BNPB di nomor 117.
"Pemerintah akan terus bekerja untuk mengendalikan karhutla, melindungi masyarakat, dan mencegah dampak semakin luas," tutup Berton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








