Kissa Studio Bukti Gen Z Bisa Jadi CEO

AKURAT.CO Menjadi sukses merupakan mimpi setiap orang. Namun, mewujudkan mimpi tersebut bukanlah hal yang mudah. Ada yang membiarkan mimpinya tetap jadi mimpi, ada pula yang berusaha sekuat tenaga untuk membuat mimpi itu jadi nyata.
Seperti yang dilakukan Gaby dan Kevin. Berawal dari sebuah mimpi, sepasang sejoli ini memutuskan untuk membangun bisnis bersama. Meski dimulai dengan skala kecil, namun keduanya sukses membangun bisnis tas perempuan dengan merek 'Kissa Studio'.
"Kissa ini berawal dari dua anak muda yang bermimpi aja lah gitu Jadi mimpinya enggak gede-gede. Jadi kita startnya small ya. Kissa itu dari asal kata kisah. Karena ini kisah aku, jadi aku ingin produk Kissa Studio bisa menemani kisah semua orang," kata Gaby.
Baca Juga: Shopee dan Rumah Zakat Kumpulkan Donasi hingga Rp150 Juta untuk Korban Gempa NTT
Dia bercerita, Kissa Studio juga merupakan jawaban dari keresahannya setiap belanja online. Di mana pada saat itu banyak barang impor yang dijual di e-commerce. Untuk itu, dia ingin membuat merek lokal yang bisa bersaing di kancah internasional.
Hingga akhirnya Kissa Studio berdiri di tahun 2024, dengan melalui tahap perencanaan, pencarian vendor, hingga produksi selama 6 bulan. Menggunakan bahan-bahan lokal dan memberdayakan para penjahit dari Jawa Barat, Kissa Studio bisa memproduksi hingga 15 model tas perempuan.
"Sampai sekarang sih kita kurang lebih sudah launching sekitar 15 produk. Tapi yang works, yang jalan terus sampai sekarang mungkin yang tetap terjual itu sekitar ada delapan produk lah," imbuhnya.
Yang menjadi ciri khas dari produk Kissa Studio adalah modelnya yang simpel dan elegan. Tampilan terlihat polos, namun di dalamnya mampu menampung banyak barang.
Ciri khas ini pun lahir dari masukan dan permintaan para pembeli. Bahkan Gaby tak segan untuk bertanya kepada para pembeli tentang tas seperti apa yang mereka inginkan. Perempuan kelahiran tahun 2000 ini juga selalu membaca review-review yang masuk tentang produknya.
"Dan dari situ dapatlah kesimpulan kalau ternyata perempuan Indonesia itu suka tas yang lebih simpel, tapi muatnya banyak, tapi ada resletingnya. Terus enak dipakenya, enggak sakit di bahu. Nah kita berangkat dari jawaban-jawaban itu sampai ada produk-produk Kissa yang sekarang," jelasnya.
Baca Juga: Aturan Baru E-Commerce Berlaku, Begini Respons Shopee
Di tengah persaingan produk tas yang ketat, Gaby dan Kevin tetap menjaga kualitas produknya. Mulai dari bahan baku hingga harga terus dijaga agar bisa menjangkau semua segmen pembeli.
Sebagai Gen Z, Gaby dan Kevin memulai bisnisnya lewat platform digital. Baginya, di dunia yang serba praktis ini, banyak orang yang lebih memilih untuk belanja online, termasuk dirinya.
Meski tak bisa melihat produk secara langsung, pembeli masih bisa melihat produk lewat fitur live streaming yang tersedia di e-commerce. Sehingga, pembeli bisa melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








