Muzani: Program MBG Jadi Bagian dari Investasi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu terobosan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan makanan, tetapi juga investasi terhadap kualitas sumber daya manusia.
"Program MBG terobosan dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan, namun merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas," kata Muzani dalam pidato sidang tahunan MPR RI tahun 2026, di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2026).
Dia mengatakan, pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Namun, dia menekankan pelaksanaan program tersebut harus dibarengi tata kelola yang baik agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana.
Baca Juga: Tak Penuhi Standar Higiene dan Sanitasi, 504 Dapur MBG Ditutup Permanen
"Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel," ujarnya.
Selain MBG, dia juga menyoroti peran Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Dia pun mengaitkan keberadaan koperasi dengan amanat konstitusi, terkait perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan persaingan bebas yang berpotensi memperlebar kesenjangan antara kelompok kuat dan lemah.
Maka, amanat pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tersisih.
Dia menilai, koperasi dapat menjadi sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional dapat memperkuat posisi petani, membuka akses pasar bagi nelayan, serta mendorong perkembangan usaha mikro.
Baca Juga: Mendagri Minta Pemda Dukung Penuh Program MBG demi Pengentasan Stunting dan Kemiskinan
"Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasarnya, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," jelasnya.
Karena itu, koperasi merupakan salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Keberhasilan koperasi tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan badan usaha, namun juga dari dampak terhadap kegiatan ekonomi dan kesejahteraan anggota.
"Koperasi bukan sekadar badan usaha, koperasi adalah semangat untuk maju bersama. Karena itu, keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







