Denny JA Kembali Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum SATUPENA 2026-2031

AKURAT.CO Kongres SATUPENA yang digelar secara daring pada Kamis (13/8/2026) kembali memilih Denny JA sebagai Ketua Umum SATUPENA periode 2026-2031 secara aklamasi melalui Dewan Formatur.
Dalam pidato penerimaannya, Denny mengatakan salah satu agenda utama pada periode mendatang adalah mengupayakan pembentukan dana abadi SATUPENA.
Dana tersebut nantinya diharapkan dapat menopang kegiatan riset, penciptaan karya, penerbitan, serta pemberian penghargaan bagi penulis.
Kongres dihadiri sekitar 251 penulis dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Sebagian peserta mengikuti kongres secara daring dan sebagian lainnya melalui surat kuasa.
“Indonesia harus memiliki komunitas penulis yang mampu bertahan lebih dari seratus tahun,” kata Denny JA dalam kongres tersebut.
Menurut Denny, organisasi yang mampu bertahan dalam jangka panjang tidak sekadar menjadi kebanggaan sejarah.
Organisasi tersebut juga dapat menciptakan memori kelembagaan, jaringan antargenerasi, tradisi intelektual, serta kemampuan membantu penulis secara berkelanjutan.
Karena itu, ia menjadikan dana abadi SATUPENA sebagai salah satu agenda utama periode kepemimpinannya.
“Dana abadi akan memudahkan penulis melakukan riset dan berkarya. Jangan sampai karya penting gagal lahir hanya karena penulisnya tidak mempunyai biaya yang cukup,” ujarnya.
Belajar dari Organisasi Penulis Dunia
Denny mengatakan gagasan mengenai keberlangsungan organisasi tersebut terinspirasi dari sejumlah perkumpulan penulis dunia.
The Society of Authors di Inggris, misalnya, telah berdiri sejak 1884. Authors Guild di Amerika Serikat berdiri sejak 1912, sedangkan PEN International yang berkembang menjadi jaringan penulis lintas negara lahir di London pada 1921.
Menurut Denny, organisasi-organisasi tersebut menunjukkan bahwa komunitas penulis dapat bertahan lebih dari satu abad ketika manfaat bagi anggota, regenerasi, pendanaan, identitas, dan tata kelola dibangun menjadi sebuah tradisi.
Ia menilai tantangan organisasi yang telah melewati fase awal adalah mengubah kekuatan kepemimpinan personal menjadi sistem kelembagaan yang dapat diwariskan.
Karena itu, visi seratus tahun SATUPENA bukan sekadar ambisi memperpanjang usia organisasi.
Gagasan tersebut merupakan upaya mentransformasi organisasi yang bergantung pada figur menjadi institusi yang bertumpu pada sistem.
Baca Juga: Sidang Tahunan MPR 2026 Resmi Dibuka: 629 Anggota Hadir, 103 Tidak Hadir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





