Wakil Ketua DPR: Mayoritas Usulan Buruh Sudah Diakomodasi dalam Naskah Akademik RUU Ketenagakerjaan

AKURAT.CO Mayoritas masukan yang disampaikan buruh dan serikat pekerja telah diakomodasi dalam naskah akademik RUU Ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, usai pimpinan DPR menerima audiensi perwakilan serikat pekerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, pertemuan tersebut diikuti berbagai serikat pekerja, baik yang tergabung dalam koalisi maupun di luar koalisi. Termasuk serikat pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Cucun mengatakan, penyampaian aspirasi dari serikat pekerja bukan pertama kali dilakukan. Panja Komisi IX DPR telah beberapa kali menerima masukan dari kelompok buruh dalam proses penyusunan RUU Ketenagakerjaan.
Ia memastikan masukan yang disampaikan sejauh ini telah banyak dimasukkan ke dalam naskah akademik RUU Ketenagakerjaan.
Baca Juga: DPR Diingatkan Tidak Buru-buru Bahas RUU Ketenagakerjaan, Jangan Ulangi Omnibus Law
"Sudah beberapa kali dari serikat-serikat pekerja ini bukan pertama datang ke panja, kemudian kita terima juga dan ya hampir sudah majority sudah di-accept ya. Sudah diakomodir dalam naskah akademik," jelasnya.
Menurut Cucun, DPR masih membuka ruang bagi serikat pekerja untuk memberikan masukan tambahan dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Dalam audiensi tersebut, hampir 200 perwakilan pekerja hadir menyampaikan harapan dan pandangan masing-masing, terkait substansi regulasi ketenagakerjaan yang tengah disusun.
"Intinya kita menerima dari seluruh serikat pekerja yang di dalam koalisi maupun di luar koalisi serikat pekerja yang sekarang ada, termasuk serikat pekerja BUMN juga. Ini betul-betul lengkap semuanya hari ini, hampir 200 orang ketemu menyampaikan harapan-harapan semua para serikat pekerja ini dalam proses penyusunan naskah akademik Undang-Undang Ketenagakerjaan ini," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Putih Sari, mengatakan, panja terus bekerja untuk mematangkan materi RUU Ketenagakerjaan. Termasuk dengan menyerap masukan dari berbagai pihak.
Baca Juga: DPR Buka Ruang Aspirasi Buruh untuk Bahas RUU Ketenagakerjaan
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan serikat pekerja kali ini tidak hanya berupa kritik terhadap persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga dilengkapi dengan solusi konkret.
"Jadi, teman-teman pekerja juga tidak hanya memberikan pandangan terkait permasalahan yang terjadi, tapi konkret dengan juga solusi yang ditawarkan. Nah, ini yang akan menjadi bahan diskusi di dalam panja," ujar Putih.
Masukan-masukan tersebut akan memudahkan panja dalam menyandingkan berbagai pandangan, sebelum menentukan substansi yang akan dituangkan di RUU Ketenagakerjaan.
"Karena kita bisa menyandingkan nantinya masukan-masukan dari berbagai macam pihak. Apalagi yang diberikan juga cukup konkret, sistematis gitu, sehingga masing-masing isunya menjadi jelas," ujarnya.
Putih menambahkan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari upaya DPR memastikan partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunan regulasi ketenagakerjaan.
Baca Juga: Serikat Buruh Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan, Ingatkan DPR Jangan Lakukan Kamuflase
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








