Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan AS untuk Pulangkan Artefak Budaya

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia memperkuat upaya repatriasi benda budaya yang dibawa secara ilegal ke luar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.
Dalam upaya tersebut, Indonesia menjalin kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk Belanda dan Amerika Serikat.
Kerja sama dengan AS diarahkan untuk mengembalikan benda budaya asal Indonesia yang berada secara ilegal di wilayah hukum negara tersebut.
Upaya itu sejalan dengan kebijakan Pemerintah AS yang berkomitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.
Sejumlah institusi keamanan AS, seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI), telah mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal.
Artefak tersebut diserahkan kepada perwakilan diplomatik Indonesia di AS maupun langsung kepada pemerintah Indonesia.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani. Artefak itu diserahkan Direktur FBI kepada Presiden RI beberapa waktu lalu.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan, proses tersebut menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara dalam upaya memerangi perdagangan ilegal benda budaya, termasuk benda cagar budaya dan objek yang diduga sebagai cagar budaya.
"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui," ujar Fadli Zon, Senin (10/8/2026).
Fadli mengatakan seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan membuka akses bagi generasi penerus untuk melihat langsung bukti sejarah leluhur.
"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Sejarah Pekan Antariksa Dunia: Mengapa Diperingati 4–10 Oktober?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








