Tangis Haru Warnai MPLS Sekolah Rakyat, Kisah Ibu Buruh Harian Rela Anak Tinggal di Asrama

AKURAT.CO Tangis haru pecah di ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Banten, saat persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang.
Salah satu momen mengharukan datang dari Siti Yuliana, ibu rumah tangga asal pesisir Jakarta Utara.
Di hadapan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Siti tak kuasa menahan air mata saat menceritakan perjuangannya menyekolahkan putrinya, Putri Nurdiyanah.
Suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Kondisi ekonomi keluarga sempat membuat masa depan pendidikan Putri berada dalam ketidakpastian.
Namun, Siti akhirnya memilih mengizinkan putrinya tinggal di asrama Sekolah Rakyat demi mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang lebih baik.
“Saya ridho anak saya diasramakan dengan bimbingan guru dan wali asrama,” ujar Siti.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.
“Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka, dimana Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan,” kata Gus Ipul.
Menurut dia, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menerapkan sistem pendidikan berasrama yang memungkinkan siswa mendapatkan pendampingan selama 24 jam.
Melalui sistem tersebut, siswa mendapatkan pendidikan formal sekaligus pembinaan karakter, etika, dan kebiasaan hidup positif.
Perubahan juga mulai terlihat pada sejumlah siswa. Misfan Nazriel Faturrahman, misalnya, merupakan siswa asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam membaca.
Kini, dia mampu tampil percaya diri sebagai master of ceremony (MC) menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Baca Juga: 7 Cara Menjaga Harga Jual Mobil Bekas Tetap Tinggi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






