Mendes Yandri Tegaskan Kopdes Merah Putih Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, menekankan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menutup warung-warung atau toko kelontong yang ada di desa. Dia memastikan, KDMP akan berkolaborasi dengan warung dan toko di desa.
Menurutnya, KDMP di desa tidak hanya akan mempermudah dan menguntungkan warung di desa, tapi juga akan memudahkan masyarakat desa. Karena, KDMP merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi.
"KDMP adalah infrastruktur pemerintah. Jadi barang-barang bersubsidi semua akan disalurkan melalui KDMP, artinya nanti masyarakat akan benar-benar menikmati subsidi pemerintah itu, jadi masyarakat beli barang ya barang subsidi," kata Yandri, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Siap Jadi Penyalur Bantuan dan Penampung Produk Desa
Selain membeli barang subsidi, KDMP juga bisa mempersingkat rantai distribusi yang selama ini berjalan lama dan memakan biaya yang mahal. Hal ini memastikan pasokan barang akan tetap aman.
Untuk mendukung keberadaan Kopdes, maka pemerintah tengah merancang Pepres sebagai bentuk komitmen BUMN dalam memperkuat teknis pelaksanaan kopdes.
"Insya Allah sebentar lagi Perpresnya akan turun tentang komitmen BUMN untuk menjadikan Kopdes menjadi penyaluran barang-barang bersubsidi seperti gas melon, pupuk, beras SPHP itu akan membuat KDMP menjadi hidup karena nanti akan ada margin atau keuntungannya, ongkos kirim dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain itu, KDMP juga akan berfungsi sebagai off taker, kalau harga ikan di desa nelayan lagi jatuh akan dibeli oleh KDMP, karena ada ada cold storagenya.
Tidak hanya itu, nantinya sistem KDMP akan saling mengetahui potensi desa yang lain. Jadi jika desa nelayan memiliki banyak ikan dan desa lain tidak ada ikan, mungkin bisa subtitusi atau bisa saling tukar barang kebutuhan.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Kopdes Merah Putih Akhiri Dominasi Tengkulak
"Hal tersebut juga berlaku bagi petani yang ada di desa. Gabah hasil dari petani nanti juga bisa dibeli oleh KDMP, karena nanti ada gudang yang bisa menyimpan hasil panen petani dan juga ada truk yang akan dimaksimalkan untuk mengambil dari hasil-hasil pertanian," jelasnya.
Oleh karena itu, Yandri mengajak seluruh kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan juga masyarakat desa untuk menyukseskan program KDMP ini.
Dia menilai, program hasil dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto tersebut sangat mulia yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








