Pertama Kalinya, Ratusan Periset Diundang dan Pamerkan Hasil Riset di Istana

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).
Pertemuan ini merupakan pertama kalinya bagi para periset dari seluruh Indonesia, untuk berdiskusi sekaligus memamerkan hasil riset dan inovasi kepada Presiden Prabowo.
"Yang terhormat Bapak Presiden, dengan hormat dilaporkan pada hari ini Kamis, 6 Agustus 2026 telah hadir di Istana Merdeka untuk pertama kalinya lebih dari 150 periset berasal dari seluruh Indonesia. Kemudian pula untuk pertama kalinya juga dengan membawa dan memamerkan hasil-hasil riset dan inovasi strategis yang dibuat langsung oleh para periset untuk diperlihatkan langsung kepada Bapak Presiden," ucap Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Lagi Paparkan Teknologi Energi Nuklir, Peneliti BRIN Diminta Matikan Mic oleh Prabowo
Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan penghargaan tinggi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas undangannya kepada para periset untuk datang langsung ke Istana Kepresidenan Jakarta. Kesempatan ini menurutnya, merupakan kehormatan dan menjadi penyemangat bagi para periset untuk terus berinovasi.
"Selain itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Bapak Presiden bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," kata Arif.
Presiden Prabowo menyampaikan maksud undangan tersebut untuk melihat secara langsung dan mendapatkan gambaran hasil riset dan inovasi yang telah dicapai BRIN. Kepala Negara mengapresiasi hasil riset dan inovasi yang telah dihasilkan.
"Terima kasih saudara datang ke Istana, dan saya berharap mungkin saya juga bisa datang menengok kampus-kampus saudara. Saya pernah datang pada saat dulu kampus LIPI kalau tidak salah ya, di Cibinong kalau tidak salah ya, dan di beberapa tempat," ucapnya.
Dalam pengantar taklimatnya, Presiden menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan salah satu faktor kunci dalam menentukan kemajuan bangsa. Menurutnya, negara yang mampu mengembangkan dan menguasai kedua bidang tersebut akan melaju dengan pesat.
"Kuncinya adalah sains dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan, dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling, paling kritikal, paling kritis," lanjutnya.
Pertemuan tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Dengan mempererat hubungan antara pemerintah dan komunitas ilmiah, diharapkan berbagai hasil riset karya anak bangsa dapat semakin cepat dihilirisasi, dimanfaatkan masyarakat, serta menjadi penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







