Hasto Kristiyanto Ingatkan Independensi NU Jelang Muktamar ke-35

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan pentingnya menjaga independensi Nahdlatul Ulama (NU) menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. Menurutnya, organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut tidak boleh menjadi arena kepentingan politik praktis maupun intervensi kekuatan politik.
Pernyataan itu disampaikan Hasto saat menjadi pembicara dalam Room Diskusi Serial 7 bertajuk "NU Masa Depan & Masa Depan NU: Sinergitas Pemikiran Nasionalis dan Agama" yang digelar Yayasan Talibuana Nusantara di Jakarta Selatan.
Hasto menilai NU memiliki kontribusi historis yang sangat besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia sehingga harus tetap menjaga kemandirian organisasi sebagaimana amanat Khittah NU 1926.
"NU terlalu besar untuk dilibatkan dalam tarik-menarik kepentingan politik praktis. Jangan pernah mencoba memecah belah NU demi ambisi kekuasaan. NU merupakan organisasi yang memiliki peran besar bagi Indonesia dan dunia," ujar Hasto.
Baca Juga: 5 Lokasi Ziarah Ulama di Jombang yang Direkomendasikan bagi Peserta Muktamar NU ke-35
Menurutnya, Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU yang memiliki arti strategis karena akan menentukan arah organisasi, menetapkan berbagai keputusan penting, serta memilih Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat berikutnya.
Karena itu, ia berharap seluruh proses Muktamar berlangsung secara independen tanpa dipengaruhi kepentingan politik di luar organisasi.
Hasto juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pemikiran para pendiri NU yang dinilainya memiliki visi jauh ke depan. Ia mencontohkan simbol organisasi NU yang menurutnya mencerminkan pandangan kebangsaan sekaligus keislaman yang kuat.
Selain itu, ia menyinggung kontribusi historis NU melalui Resolusi Jihad yang dinilai memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya penjajahan kembali pasca-Proklamasi.
Lebih lanjut, Hasto menekankan pentingnya membangun sinergi antara nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan dengan memahami sejarah lahirnya organisasi-organisasi besar di Indonesia secara utuh.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Akan Luncurkan Buku "Wasiat" Jelang Muktamar ke-35 NU
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menghadapi berbagai tantangan nasional, mulai dari persoalan ekonomi hingga penegakan hukum.
Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dalam beberapa pekan mendatang diperkirakan akan menjadi perhatian luas, tidak hanya di kalangan warga Nahdliyin, tetapi juga berbagai elemen masyarakat dan tokoh nasional, mengingat forum tersebut akan menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR







