Kejar Target Usia Hidup 76 Tahun, Kemenkes Mulai Fokus Obati Tiga Penyakit Ini Lewat CKG

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan mulai menggeser fokus Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari sekadar deteksi dini menuju tahap pengobatan dan perawatan medis.
Langkah ini dilakukan guna menekan angka kematian akibat penyakit kronis sekaligus mendongkrak rata-rata usia hidup masyarakat Indonesia.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini memiliki target jangka panjang untuk memastikan masyarakat benar-benar sehat, tidak hanya sekadar mengetahui kondisi tubuhnya.
"Tahun ini targetnya 130 juta, per Juli itu kalau tidak salah sudah 73 juta, tapi sudah on track saya rasa. Nah, poin yang kita ingin sampaikan, Program Cek Kesehatan Gratis Pak Prabowo ini tujuannya bukan hanya ngecek, tujuannya masyarakat sehat," katanya, di kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Budi menjelaskan, setelah pemerintah merampungkan fase awal berupa pengetesan kondisi kesehatan warga pada tahun lalu, kini saatnya masuk ke tahap intervensi medis secara bertahap.
Baca Juga: Kemenkes Buka Suara soal YouTuber Diduga Libatkan Anak Promosi Vape
"Jadi, setelah tahun lalu kita fokusnya ke ngecek ya, tahun ini kita akan fokusin, mulai ya, baru mulai bertahap, fokuskan tata laksananya, pengobatannya, perawatannya," ucapnya.
"Begitu sudah dicek, kondisi kesehatan masyarakat kita seperti apa tahun lalu, tahun ini kita mulai coba, coba obati, coba sehatkan," tambah Budi.
Pada tahap awal pengobatan ini, Kemenkes akan memprioritaskan penanganan tiga masalah kesehatan utama yang paling banyak diidap masyarakat, yakni hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Penanganan ketiga faktor risiko tersebut dinilai sangat vital karena penyakit stroke, jantung, dan ginjal merupakan penyumbang angka kematian terbesar di Indonesia.
"Yaitu mengobati tekanan darah yang tinggi, mengobati gula darah yang tinggi, dan mengobati lemak darah atau kolesterol yang tinggi. Kenapa tiga ini dulu? Karena kalau tiga ini bisa kita kendalikan, itu penyakit stroke, jantung, ginjal, itu tiga dari empat penyakit pembunuh utama, itu bisa kita kurangi," ujar Budi.
Baca Juga: Tekan Krisis Kesehatan Mental Anak, Kemenkes Luncurkan Buku Pertolongan Luka Psikologis
Pemerintah menargetkan intervensi ini dapat menaikkan rata-rata angka harapan hidup nasional hingga tahun 2029.
"Karena target saya dari bapak presiden di bawah adalah menaikkan rata-rata usia hidup dari 72 ke 76. Indonesia itu 72, sekarang sudah naik 74, nanti mau 2029 targetnya umurnya 76. Ini saya 62 tahun, kalau umur 76, tinggal 14 tahun lagi," katanya.
Upaya ini juga dilakukan untuk memperkecil ketertinggalan rata-rata usia hidup masyarakat Indonesia jika dibandingkan dengan negara maju di kawasan Asia.
"Tapi kalau di luar negeri 84 tahun, rata-rata di Jepang rasanya usianya bisa lebih panjang. Kita semua ingin usia panjang. Nah, targetnya untuk mengejar itu, dan karena stroke jantung ginjal adalah pembunuh utama, jadi kalau tiga ini kita bisa turunkan, cita-cita kita untuk menaikkan rata-rata usia hidup Indonesia akan lebih baik," jelas Budi.
Baca Juga: 26 Juta Warga Indonesia Hidup dengan Diabetes, Kemenkes Perkuat Skrining Retina
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







