Audit BGN Ungkap 414 Dapur MBG Bermasalah, Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Negara

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp311.246.295.184 ke kas negara setelah menemukan dugaan penyimpangan pada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Temuan itu diperoleh dari hasil penyisiran ribuan rekening virtual account yang digunakan untuk operasional dapur.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, saat ini terdapat 27.469 dapur SPPG yang beroperasi.
BGN juga memantau seluruh laporan dan aspirasi yang disampaikan pengelola dapur, baik melalui aksi demonstrasi, surat, email, maupun pesan singkat.
"Kami memonitor 27.469 dapur yang saat ini beroperasi. Kami sisir, termasuk dapur-dapur yang sempat menyampaikan aspirasi melalui demo, email, WhatsApp, surat, maupun datang langsung ke sini. Semua kami cermati, baik yang sudah beroperasi maupun yang belum," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan ribuan rekening virtual account, BGN menemukan sejumlah anomali.
Beberapa rekening telah menerima dana operasional meski dapurnya belum beroperasi, sementara sebagian lainnya memiliki lebih dari satu rekening virtual account.
"Kami menemukan ada saldo yang sudah dikirim ke rekening virtual account, tetapi dapurnya belum beroperasi. Ada juga satu dapur yang memiliki beberapa rekening virtual account," ujarnya.
Setelah diverifikasi, BGN menemukan 414 SPPG yang memiliki rekening ganda, terhubung dengan dapur yang belum beroperasi, atau bahkan tidak ditemukan keberadaannya.
"Setelah kami verifikasi satu per satu, ditemukan 414 SPPG yang rekeningnya ganda, dapurnya belum beroperasi, atau dapurnya tidak ada," katanya.
Sudaryono menjelaskan, dana sebesar Rp311,2 miliar tersebut telah dikembalikan ke kas negara melalui lima bank.
Rinciannya, Bank BRI sebesar Rp137,5 miliar dari 121 SPPG, Bank BNI Rp74 miliar dari 117 SPPG, Bank Mandiri Rp71,6 miliar dari 129 SPPG, Bank Syariah Indonesia Rp12,9 miliar dari 19 SPPG, serta Bank BTN Rp15,3 miliar dari 28 SPPG.
"Total Rp311,2 miliar kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran terhadap 414 SPPG. Kami akan terus melakukan pemeriksaan jika nanti ditemukan tambahan," ujarnya.
Baca Juga: Pramono: Tarif TransBandara Rp15.000 Bukan Asal Tetap, Mayoritas Warga yang Mengusulkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










