Buku Panduan Program Sosial Berkelanjutan Presiden Prabowo Bentuk Konsistensi Pemerintah

AKURAT.CO Komisi IV DPR menekankan pentingnya konsistensi kehadiran negara dalam menjalankan program sosial kemanusiaan yang berkelanjutan.
Menurut Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, negara harus terus hadir untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, melalui program yang terukur dan berkesinambungan.
"Negara tidak boleh hadir hanya saat ada bencana atau menjelang pemilu. Kehadiran negara dalam program sosial harus konsisten, terukur, dan berkesinambungan. Itu amanat konstitusi kita," ujarnya, menanggapi peluncuran Buku Panduan Lengkap Penerima Manfaat Program Kemanusiaan Berkelanjutan Presiden Prabowo Subianto.
Firman menilai buku panduan tersebut menjadi acuan atau road map yang memberikan arah yang jelas bagi kementerian, pemerintah daerah, hingga para pelaksana di lapangan dalam menjalankan program sosial.
Buku tersebut memuat informasi mengenai penerima manfaat, jenis program, mekanisme pelaksanaan, hingga sistem pengawasan sehingga dapat mencegah tumpang tindih kebijakan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Baca Juga: Zero Hunger Bukan Mimpi: Strategi Prabowo Bawa Indonesia Lepas dari Bayang-bayang Kelaparan
"Buku ini sangat penting. Di dalamnya jelas siapa penerima manfaat, apa saja programnya, bagaimana mekanismenya, dan bagaimana pengawasannya. Ini bentuk konsistensi pemerintah agar program sosial tidak tumpang tindih dan tepat sasaran," ujarnya.
Firman memandang kehadiran buku panduan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat, khususnya fakir miskin, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan petani kecil, memperoleh perlindungan sosial secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, terdapat tiga prinsip utama yang harus menjadi dasar pelaksanaan program sosial, yakni berkelanjutan, berkeadilan, serta transparan dan akuntabel.
Menurut Firman, keberlanjutan berarti program harus memiliki perencanaan jangka panjang dan tidak berhenti di tengah jalan.
Sementara prinsip keadilan diwujudkan melalui prioritas kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan sebagai implementasi nilai keadilan sosial.
Adapun transparansi dan akuntabilitas penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program, sementara pemerintah daerah memiliki standar yang sama dalam menjalankannya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pengentasan kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial sebagai salah satu prioritas utama pemerintahan.
"Konsistensi itu kuncinya. Kalau programnya ganti-ganti nama dan putus di tengah, rakyat yang bingung. Dengan buku panduan ini, saya berharap program sosial kemanusiaan benar-benar menjadi payung pelindung rakyat," jelas Firman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









