BGN: Evaluasi Anggaran 2025 Sekaligus Penataan 27 Ribu SPPG Masih Berjalan

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan evaluasi penggunaan anggaran tahun 2025 berjalan beriringan dengan proses penataan sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai bagian dari pembenahan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, mengatakan pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) adalah pertanggungjawaban penggunaan anggaran BGN tahun anggaran 2025. Adapun rincian hasil pembahasan anggaran akan disampaikan secara tertulis.
"RDP tadi tentang anggaran 2025, jadi anggaran tahun lalu. Kemudian juga sudah disepakati jumlahnya, nanti mungkin akan disampaikan lebih lanjut karena akan dijawab secara tertulis," kata Trenggono, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: BGN Akui Program MBG 2025 Belum Capai Target, Serapan Anggaran Baru 59 Persen
Meski fokus rapat membahas anggaran, Komisi IX juga menyinggung keluhan sejumlah mitra BGN yang sebelumnya menyampaikan aspirasi ke DPR. Menanggapi hal itu, Trenggono menegaskan penghentian sementara terhadap sebagian mitra bukan merupakan kebijakan permanen.
Menurutnya, BGN tengah melakukan evaluasi dan penataan terhadap sekitar 27 ribu SPPG agar pelaksanaan program ke depan lebih baik.
"Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali. Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali," ujarnya.
Selain melakukan penataan terhadap ribuan SPPG, BGN juga mengevaluasi pelaksanaan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) beserta aspek lainnya dalam penyelenggaraan program.
Baca Juga: Pengadaan Motor Listrik MBG Belum Diakui sebagai Aset, BGN Ungkap Alasannya
"SPBG yang lain-lain seperti yang 3T, kemudian yang lainnya juga akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya," katanya.
Trenggono memastikan BGN tetap membuka ruang komunikasi dengan para mitra. Namun, menurutnya, dialog akan dilakukan setelah proses penataan berjalan sehingga permasalahan dapat dibahas secara lebih komprehensif.
"Sekali lagi, para mitra, bukan kita tidak mau berkomunikasi. Tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








