Musthofa: PFII Harus Tawarkan Keunggulan Jelas, Jangan Hanya Ikuti Standar Internasional yang Sudah Berlaku

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR, Musthofa, menekankan pentingnya merumuskan keunggulan yang spesifik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Menurutnya, pengaturan yang hanya mengadopsi standar internasional tanpa memberikan nilai tambah akan membuat PFII sulit memiliki daya tarik dibanding pusat keuangan internasional di negara lain.
Hal tersebut disampaikan Musthofa dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja RUU tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Mahkamah Agung di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).
Musthofa menyoroti rumusan Pasal 49 Ayat 6 RUU PFII yang mengatur bahwa seluruh kegiatan usaha di kawasan PFII tetap tunduk pada ketentuan mengenai pencegahan pencucian uang, pertukaran informasi, dan berbagai standar internasional lainnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap ketentuan tersebut memang penting, namun perlu diimbangi dengan keunggulan yang menjadi daya tarik utama PFII.
Baca Juga: Habiburokhman: Panja DPR Awasi Kasus Febrie, Seluruh Proses Akan Dibuka ke Publik
"Saya membayangkan PFII ini menjadi kawasan finansial yang spesialis, yang mampu menarik investasi, aman, dan tidak menimbulkan ketergantungan. Kalau seluruh pengaturannya sama seperti yang sudah berlaku secara internasional, lalu keistimewaan PFII ini di mana?" ujarnya.
Musthofa mengungkapkan, Indonesia telah meratifikasi berbagai ketentuan internasional sebagaimana juga diterapkan negara lain, termasuk Vietnam.
Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara rinci nilai tambah yang akan dimiliki PFII agar tidak sekadar menjadi kawasan yang mengikuti standar global tanpa memiliki diferensiasi.
Musthofa meminta pemerintah memperjelas poin-poin strategis tersebut sebelum RUU disahkan. Ia berharap regulasi yang disusun mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan daya saing sehingga PFII benar-benar menarik bagi pelaku usaha dan investor internasional.
"Saya minta tolong ini dibuat jelas, supaya ketika PFII diundangkan, waktunya tepat, menarik, aman, dan tidak menimbulkan perdebatan lagi. Jangan sampai semuanya sama karena sudah diratifikasi secara internasional, sehingga tidak ada bedanya dengan yang terjadi di tempat lain," jelasnya.
Baca Juga: DPR: Beban Utang dan Impor Energi Jadi Tantangan Fiskal Indonesia di Semester I 2026
Dalam kesempatan itu, Musthofa juga mengapresiasi pandangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menilai skema penjaminan simpanan tidak perlu diterapkan di kawasan PFII mengingat karakter kawasan tersebut berbeda dengan sektor keuangan domestik yang melayani masyarakat umum.
Menurutnya, PFII memang dirancang sebagai kawasan yang bersifat khusus dan berorientasi pada aktivitas keuangan internasional.
Selain itu, ia menilai peran Bank Indonesia dalam PFII juga perlu difokuskan secara tepat, terutama pada aspek pengawasan dan monitoring. Agar keseluruhan kerangka hukum yang dibangun dapat berjalan efektif sejak awal implementasi.
Musthofa berharap substansi RUU PFII dapat dirumuskan secara komprehensif sehingga mampu memberikan kepastian hukum, meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai pusat finansial internasional, serta tetap menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang




