Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kesehatan Warga Sekitar Harus Jadi Perhatian Pemerintah

AKURAT.CO Pemerintah diminta melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan terhadap warga terdampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengatakan penanganan dampak kesehatan akibat bencana lingkungan tidak boleh berhenti setelah kondisi darurat dinyatakan selesai.
Kebakaran TPA Jatiwaringin yang menyebabkan ratusan warga mengungsi dan memicu ratusan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tersebut, menjadi pengingat penting bahwa risiko lingkungan harus menjadi bagian dari sistem ketahanan kesehatan nasional.
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Nasional, Pemda Harus Evaluasi Tata Kelola Sampah
"Penanganan dampak kesehatan akibat faktor masalah lingkungan tidak cukup dilakukan hanya saat peristiwa terjadi. Pemerintah harus terus memantau kesehatan warga sampai periode meski kebakaran sudah padam," ujar Yahya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, dampak paparan asap hasil kebakaran sampah tidak selalu langsung terlihat. Selain ISPA yang telah teridentifikasi, berbagai gangguan kesehatan lain berpotensi muncul dalam jangka menengah maupun panjang sehingga membutuhkan pemantauan kesehatan yang berkesinambungan.
"Mungkin saat ini yang ketahuan baru ISPA, namun potensi masalah kesehatan lain bisa muncul di kemudian hari sehingga Pemerintah harus terus memantau perkembangan kesehatan warga di sekitar lokasi TPA yang terbakar," jelasnya.
Yahya juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi psikologis masyarakat terdampak. Menurutnya, warga yang harus mengungsi akibat kebakaran juga membutuhkan pendampingan psikologis sebagai bagian dari proses pemulihan.
"Termasuk dampak psiko-sosial masyarakat terdampak. Pendampingan psikologi dibutuhkan sebagai bagian dari trauma healing karena musibah lingkungan juga bisa berdampak pada kesehatan mental," katanya.
Dia pun mendorong pemerintah mengembangkan sistem post-disaster health monitoring bagi masyarakat terdampak bencana lingkungan.
Baca Juga: Tinjau Sekolah Bekas Kebakaran di Gorontalo, Gibran Janji Percepat Perbaikan Kelas
Langkah tersebut penting agar pemerintah dapat memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih akurat.
"Monitoring kesehatan yang berkelanjutan penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang memadai sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih akurat," tegasnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, sudah terjadi sepekan lebih sejak Selasa (30/6/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









