Komisi II DPR Belum Bahas Syarat Capres Harus Diusung Tiga Parpol Parlemen

AKURAT.CO Komisi II DPR membantah adanya pembahasan mengenai usulan agar pasangan calon presiden dan wakil presiden hanya dapat diusung minimal tiga partai politik parlemen dalam revisi Undang-Undang Pemilu.
Menyusul pernyataan Anggota Komisi II DPR, Benny K. Harman, yang menyebut terdapat wacana pengaturan syarat tersebut dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa hingga kini pembahasan substansi RUU Pemilu sama sekali belum dimulai.
"Saya malah tidak tahu itu katanya dari mana. Jadi, tanya ke Pak Benny K. Harman, beliau dapat info dari mana," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Menurut Rifqi, sesuai Program Legislasi Nasional 2026, Komisi II masih pada tahap awal penyusunan RUU, yakni menyiapkan naskah akademik dan menghimpun berbagai masukan.
Baca Juga: Safari Politik Jokowi Salah Satu Upaya Memperkuat PSI Hadapi Pemilu 2029
"Karena sebagaimana penugasan dalam Prolegnas tahun 2026, penyusunan naskah akademik dan draf RUU-nya kan ada di Komisi II. Kami sekarang belum masuk pada wilayah itu, kami sekarang baru menghimpun dan menginventarisir sejumlah daftar inventarisir masalah. Belum masuk pada substansi," jelasnya.
Jika benar sudah beredar informasi mengenai substansi RUU Pemilu, hal tersebut bukan berasal dari pembahasan di Komisi II.
"Jadi kalau Pak Benny K. Harman sudah mengetahui substansinya lebih dulu, saya justru bertanya dari mana beliau mengetahuinya. Tapi kalau di Komisi II, itu belum pernah ada pembahasan seperti itu," pungkas Rifqi.
Sebelumnya, Benny K. Harman menyinggung adanya kemungkinan pengaturan baru dalam revisi UU Pemilu.
Dalam pernyataan tertulisnya, Benny menyebut terdapat wacana yang mengharuskan pasangan calon presiden dan wakil presiden diusung minimal tiga partai politik yang memiliki kursi di parlemen.
Baca Juga: Dipimpin Sufmi Dasco Ahmad, DPR Bakal Serap Aspirasi RUU Pemilu ke Parpol Nonparlemen
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan








